Senin, 20 Oktober 2014

Menanti Kabinet Menuju Indonesia Hebat

Jokowi tidak gembar-gembor dalam menyeleksi calon menteri. Pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit menilai itu merupakan bentuk kehati-hatian Jokowi. SELAIN pelantikan Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Indonesia, pengumuman nama nama menteri dan pejabat lembaga setingkat menteri termasuk yang menyedot perhatian. Alih-alih melakukan pemanggilan seperti di era Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi menggelar `operasi senyap'.

Dia ingin berkonsentrasi penuh agar bisa memiliki pembantu presiden yang bisa mengikuti ritme kerjanya selama 5 tahun mendatang untuk menciptakan Indonesia hebat. Hari-hari menjelang pelantikan selalu diisi dengan mempersiapkan postur kabinet dan figurfigur yang akan mengisi pos tersebut.

Minggu, 19 Oktober 2014

KPU Jamin Pelaksanaan Pilkada Serentak

KPUD jangan ragu menggelar pilkada serentak. KPU pusat menegaskan payung hukum Pilkada 2015 sudah jelas. PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak pada 2015 dipastikan berlangsung mulus karena tidak ada lagi ganjalan terkait payung hukum. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) seluruh Indonesia bisa bekerja tenang menyiapkan pilkada serentak.

Demikian ditegaskan Ketua KPU pusat Husni Kamil Malik di sela-sela pertemuan dengan sejumlah komisioner KPU kota/kabupaten se-Jawa Timur di Kantor KPU Kabupaten Madiun, kemarin.

“Teman-teman KPU daerah tidak perlu bingung. Saat ini perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) No 1 Tahun 2014 masih jadi pedoman. Seandainya perppu tersebut ditolak DPR, kita akan memakai aturan lama hingga keluar putusan.Beres toh!“ ujar Husni.

Tumpukan Sampah di Pesanggrahan Jakarta Barat

Pada Jumat (17/10) saya melewati jembatan dari Srengseng menuju Jalan Pesanggrahan, Jakarta Barat.Saat itu baru pukul 06.0007.00 WIB. Saya biasa lewat di jalan tersebut, bahkan hampir setiap hari berangkat dan pulang kantor.

Namun, alangkah kagetnya saya ketika lewat jalan tersebut pada pagi hari, karena ada tumpukan sampah menggunung di sisi kiri bawah jembatan menuju Jalan Pesanggrahan. Tumpukan sampah yang lumayan tinggi dan menyebar cukup banyak itu berada di pinggir Jalan Pesanggrahan di samping jembatan dari arah Srengseng.

Serapan Beras Merosot

Harga pembelian pemerintah yang rendah memicu naiknya harga beras. Pada Musin kemarau harga beras terus melambung. Pasokan beras di Bulog pun mengalami penyusutan. Kekeringan telah memberikan dampak terhadap penyerapan beras di Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur. Kepala Bidang Pelayanan Publik, Bulog Divre NTT Alexander Malelak mengungkapkan penyerapan beras dari petani merosot tajam akibat kemarau ekstrem. Persentase penurunan penyerapan beras sampai kemarin mencapai 45,88% atau hanya 5.443 ton dari kuota selama 2014 sebanyak 10.031 ton.

“Saat ini Bulog kesulitan membeli beras dari petani karena harga beras di kalangan petani paling rendah Rp7.500 per kilogram atau lebih tinggi daripada harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.600 per kilogram,” kata Alexander, kemarin.

Penurunan penyerapan beras paling banyak terjadi di persawahan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, akibat kerusakan saluran irigasi. Serapan beras di daerah itu hanya 360 ton dari target ribuan ton.