Jumat, 31 Oktober 2014

Pendapatan Jasa Marga Naik

Peningkatan pendapatan tol tersebut disumbang penambahan operasional tiga ruas tol baru. Untuk 2015, perseroan berencana mengoperasikan ruas Tol Gempol-Pasuruan ruas Gempol-Rembang, Tol Gempol-Pandaan, dan Tol Surabaya-Mojokerto seksi IV.

PT Jasa Marga (persero) Tbk membukukan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi pada kuartal III tahun ini sebesar Rp5,23 triliun.Jumlah tersebut meningkat 16,3 persen dari kuartal yang sama di tahun lalu, yaitu sebesar Rp4,47 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari volume transaksi sebanyak 972,13 juta kendaraan.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga David Wijayatno mengatakan dari pendapatan usaha tersebut, pendapatan tol meningkat 14,9 persen menjadi Rp4,85 triliun dari tahun lalu sebesar Rp4,22 triliun.

Kamis, 30 Oktober 2014

EKONOMI NASIONAL Koperasi Butuh Bantuan Modal

KOPERASI dinilai bisa menjadi `penyelamat' keluarga miskin untuk mendapatkan modal usaha dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, sayang, hingga kini kegiatan ekonomi kerakyatan berdasar asas kekeluargaan itu masih menghadapi masalah permodalan. Karena itu, bantu an pemerintah diperlukan.

Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Subiakto Tjakrawerdaja mengatakan puluhan juta keluarga yang masih terjerat oleh kemiskin an menjadi tantangan berat bangsa.

Menko Polhukam Fokus pada Pengamanan Laut

"Karena masalah keamanan yang terjadi di laut sekarang ini ialah ego sektoral setiap instansi yang memiliki kewenangan di laut. Polhukam menjadi ujung tombak di darat, dan laut melalui Bakorkamla."
Tedjo Edhy Purdijatno Menko Politik Hukum dan Keamanan

MENTERI Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menegaskan isu keamanan laut menjadi salah satu fokus kementeriannya. Pasalnya, untuk mewujudkan visi Presiden Jokowi Widodo yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, harus dibentuk satu badan komando yang membidangi permasalahan keamanan dan keselamatan laut.

“Karena masalah keamanan di laut sekarang ini merupakan ego sektoral setiap instansi yang memiliki kewenangan di laut,“ ujarnya saat upacara serah terima jabatan (sertijab) dari Djoko Suyanto kepada dirinya di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta, kemarin.

TNI-AL Menuju Kelas Dunia

Untuk menjadi angkatan laut kelas dunia, TNIAL harus mengefektifkan pengamanan di laut. Hal itu perlu didukung alutsista yang memadai. TNI Angkatan Laut RI menyatakan komit mennya untuk me jadi angkatan laut kelas dunia. Langkah itu penting, karena Indonesia merupakan negara maritim.

Untuk mencapai hal tersebut, TNI-AL terus berupaya meningkatkan kualitasnya. Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir ketika mengunjungi Media Group, Selasa (28/10).

“Komitmen ini seiring dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan In donesia sebagai poros maritim dunia,“ ujarnya.