Sabtu, 25 Oktober 2014

Gugatan UU Pilkada Ditolak

Gugatan yang diajukan oleh para pemohon tidak dapat diterima karena hakim konstitusi menilai gugatan telah kehilangan objek perkara. Awalnya ada sembilan gugatan. Namun, pada sidang pemeriksaan pendahuluan, empat pemohon mencabut gugatan setelah hakim MK menawarkan dua opsi. atur bahwa pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara demokratis melalui lembaga perwakilan rakyat dan pasal 3 yang mengatur lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Pemohon mendalilkan kedua ketentuan tersebut berbenturan dengan Pasal 30 ayat (5) juncto Pasal 34 UndangUndang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang mengatur bahwa ke SRI UTAMI M AHKAMAH Kon stitusi (MK) me nyatakan tidak dapat menerima lima permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada). Penolakan tersebut tertuang dalam putusan perkara nomor 9798-101-105-111/PUU-XII/2014 yang dibacakan oleh Ketua MK Hamdan Zoelva di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, kemarin.

Rupiah dan Saham Bergerak Positif

Tim ekonomi kabinet harus mampu menciptakan kondisi yang positif agar pelaku usaha mendapatkan kepastian. IQBAL MUSYAFFA S EJUMLAH kalangan optimistis tim ekonomi kabinet Presiden Joko Widodo dapat menjaga momentum membaiknya kondisi perekonomian di Tanah Air. Karena itu, para pelaku usaha sangat mendukung pemerintahan baru yang komit untuk membenahi infrastruktur dan iklim investasi.

Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih, kondisi yang positif itu dapat memicu penguatan saham dan rupiah. “Kini fluktuasi indeks saham dan rupiah itu bukan dipengaruhi faktor kabinet, tetapi faktor eksternal seperti perkembangan ekonomi Tiongkok dan kondisi keuangan di Eropa,“ kata Sri, kemarin.

Jumat, 24 Oktober 2014

Infrastruktur Jabar Pikat Investor

SEJUMLAH negara di wilayah Asia melirik infrastruktur di Jawa Barat. Keseriusan mereka terlihat ketika perwakilan negara Tiongkok, Taiwan, dan Vietnam, mendatangi Kantor Pemerintah Provinsi Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin.

Para investor yang berjumlah belasan itu diterima langsung Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. “Mereka tertarik (berinvestasi) di bidang infrastruktur. Mereka berminat dengan bandara serta jalan tol yang kini dibangun Jawa Barat,“ tutur Deddy seusai pertemuan.

Pihaknya pun menyambut baik kedatangan para investor tersebut. Mereka bisa berinvestasi di beberapa proyek infrastruktur yang belum jadi seperti bandara internasional Jawa Barat (BIJB) serta jalan tol Cileunyi-Rajapolah.

Tanggap Darurat Kebakaran Diperpanjang

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah memberlakukan perpanjangan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan hingga 31 Oktober 2014. Perpanjangan status ini karena diperkirakan musim hujan baru akan terjadi pada awal November 2014 mendatang. Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, Muchtar, ketika dihubungi, kemarin, menjelaskan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng, bahwa hujan baru akan terjadi pada November mendatang.

Tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di musim ke marau tahun ini telah diberlakukan sejak 23 September lalu. Lima kabupaten/kota ma suk status tanggap darurat yakni Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, dan Kota Palangkaraya. Status tanggap darurat itu telah berakhir pada 7 Oktober lalu. Muchtar menjelaskan luasan lahan gambut di Kalteng membuat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hingga kini luas areal lahan gambut yang dilalap api mencapai 16 ribu hektare. Upaya pemadaman terus di lakukan, yakni dengan melakukan operasi darat, udara, dan juga melakukan hujan buatan melalui teknologi modiļ¬ kasi cuaca.

Penyerapan Beras Baru Capai 55 persen

Sampai sekarang, jumlah yang terserap mencapai 64 ribu ton dari target tahun 2014 sebanyak 120 ribu ton. PENYERAPAN beras oleh Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) baru mencapai sekitar 55 persen dari target yang telah ditetapkan.

Sampai sekarang, jumlah yang PENYERAPAN beras oleh Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) baru mencapai sekitar 55 persen dari target yang telah ditetapkan. Sampai sekarang, jumlah yang terserap mencapai 64 ribu ton dari target tahun 2014 sebanyak 120 ribu ton.

Namun demikian, stok untuk melayani keluarga miskin masih cukup hingga 7 bulan mendatang. Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sugeng Rahayu menyatakan penyerapan beras tahun 2014 banyak menemui kendala. “Pada saat musim panen raya untuk MT 1 beberapa bulan silam, seharusnya menjadi momentum penyerapan besar-besaran.