Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2014

Kemenpora Minta KOI Cepat Putuskan Cabang AG 2018

Ketua KOI Rita Subowo mengatakan akan segera melaporkan hasil tersebut kepada Komite Olimpiade Asia (OCA) pada Januaritahun depan.
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendesak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk segera menentukan cabang olahraga apa saja yang akan dipertandingkan/dilombakan di Asian Games (AG) 2018.

Desakan tersebut dilontarkan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto di sela-sela diskusi Evaluasi Prima dan Standardisasi Prestasi sebagai Fondasi Sukses Asian Games 2018 di Jakarta, kemarin.

Selasa, 18 November 2014

Persiapan dan Kerja Keras Berbuah Kecepatan

Ia berkisah tentang 2014 yang menurutnya menyenangkan serta targetnya masuk ke arena a paling bergengsi, formula satu!
H ari ini, Minggu (16/11), Suncity Group F3 Macau Grand Prix me masuki hari terakhir. Sean Ge lael, 18, menjadi wakil Indonesia satu-satunya dalam balapan yang diikuti 27 pembalap formula 3 lainnya itu.

Minggu, 16 November 2014

Lima Cabang Jadi Andalan di ABG 2014

LIMA cabang olahraga menjadi andalan Indonesia untuk mendulang emas di ajang Asian Beach Games (ABG) yang akan berlangsung di Phuket, Thailand, 14-23 November. Kelima cabang tersebut ialah ski air, binaraga, panjat tebing, jetski, dan paralayang.

Menurut Ketua Kontingen (CDM) Indonesia, Muddai Madang, kelima cabang itu diandalkan karena prestasinya di ajang kejuaraan Asia ataupun dunia. Kontingen `Merah Putih' ditargetkan meraih tujuh emas di ajang pesta olahraga pantai dua tahunan se-Asia tersebut.

Sabtu, 15 November 2014

IMAM NAHRAWI Kembalikan Kejayaan Olahraga Indonesia

Sejak 2011 olahraga di Indonesia mengalami penurunan. Di tangannya, Indonesia diharapkan kembali berjaya di kancah dunia.
BUKAN perkara mudah mengurusi olahraga Indonesia. Setelah menjadi juara umum SEA Games 2011 Jakarta-Palembang, prestasi olahraga Indonesia malah menunjukkan gejala penurunan. Itu dimulai dari hilangnya tradisi emas di Olimpiade London 2012 hingga tidak terpenuhinya target di SEA Games 2013 Myanmar dan ASIAN Games 2014 Incheon, Korea Selatan.

Tugas berat mengembalikan kejayaan olahraga Indonesia kini berada di pundak mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Imam Nahrawi yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi menteri pemuda dan olahraga dalam Kabinet Kerja pada 26 Oktober.

Rabu, 29 Oktober 2014

Tugas Berat Menanti Menpora

Penyelesaian `konflik' KOI dan KONI menjadi salah satu tugas besar yang menanti Menpora Imam Nahrawi. Sebagai menpora, Imam dituntut mencari solusi terbaik soal anggaran olahraga. Tidak bisa dimungkiri, masalah dana menjadi kendala dalam peningkatan prestasi.

SEABREK tugas menan ti Imam Nahrowi yang dipercaya Presi den Joko Widodo mengemban tugas sebagai menteri pemuda dan olahra ga. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dituntut membuat terobosan baru untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia yang terus merosot.

Demikian benang merah berbagai harapan kalangan dunia olahraga Indonesia yang dihimpun kemarin. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo berharap Imam mampu membuat kebijakan agar berbagai kendala yang melingkupi du nia olahraga Indonesia dapat segera teratasi.

Senin, 20 Oktober 2014

Pouly Juara Tour de Banyuwangi Ijen

PEMBALAP sepeda asal Prancis yang tergabung dalam tim Singha Infinite Cycling Thailand, Peter Pouly, menjuarai lomba balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen 2014 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang berakhir kemarin. Dari empat etape yang dijalani sejak Kamis (16/10) dengan jarak tempuh 622,9 km, Pouly membukukan total waktu tercepat 16 jam, 44 menit, 43 detik. Ia lebih cepat 51 detik dari pembalap tim Pishgaman Yazd Iran, Hossein Askari (posisi kedua), dan 1 menit, 46 detik dari Amir Zargari juga dari Pishgaman (peringkat ketiga).

Di etape terakhir yang menempuh rute 140,5 km dari Kalibaru ke Kantor Pemkab Banyuwangi, Pouly yang mengenakan kaus kuning (yellow jersey) sebagai tanda pemimpin lomba tidak terlalu ngotot. Ia akhirnya hanya finis di urutan ke-44 bersama rombongan besar. Namun, catatan waktunya sama dengan juara etape akhir Mehdi Sohrabi (Tabriz Petrochemical Iran) yakni 3 jam, 10 menit, 33 detik.