Google Adsense

Persiapan dan Kerja Keras Berbuah Kecepatan

Selasa, 18 November 2014

Ia berkisah tentang 2014 yang menurutnya menyenangkan serta targetnya masuk ke arena a paling bergengsi, formula satu!
H ari ini, Minggu (16/11), Suncity Group F3 Macau Grand Prix me masuki hari terakhir. Sean Ge lael, 18, menjadi wakil Indonesia satu-satunya dalam balapan yang diikuti 27 pembalap formula 3 lainnya itu.

Move mewawancarai Sean, Rabu (12/11), melalui sambungan telepon, seusai ia menjalani sesi temu media bersama para pembalap lainnya. Balapan di Makau, Hong Kong itu, kata pembalap yang konsisten mengikuti kompetisi motorsport internasional baik rangkaian FIA F3 European Championship maupun British F3 International Series ini, terbilang istimewa.

Pasalnya, selain arenanya menantang, dengan 19 tikungan dan variasi lebar arena 7 meter hingga 14 meter berupa sirkuit jalan raya, Macau Grand Prix juga akan menjadi kompetisi penutup tahun ini. Sean berangkat meninggalkan sekolahnya di Bath University, Inggris, pada Jumat, (7/11), menuju Makau, untuk beradaptasi dengan perbedaan waktu. Akan tetapi, Sean juga mesti tetap belajar, karena setelah diwawancarai Move di siang hari, ia juga menjalani ujian di kamar hotelnya, di malam hari secara daring.

Sean punya bekal optimisme dalam balapan kali ini, karena ia sudah meraih poin pertama di kejuaraan Eropa, di sirkuit jalan raya Pau di Prancis. Hasil terbaiknya musim ini juga diperolehnya di sirkuit jalan raya Norisring, di Nuremberg, Jerman.Persiapan apa saja sih yang kamu lakukan untuk balapan di Makau ini?

Seperti biasanya sih, kami berjalan kaki dulu menyusuri jalanan yang nantinya akan dilalui, total 6,2 kilometer untuk mengetahui persis bagaimana kondisi jalanannya. Tadi ada media day, dilanjut cek-cek kendaraan.Bagaimana dengan balapan ini, apa istimewanya Macau ini buat kamu?

Ini adalah special race buat aku. Ini merupakan pertandingan terakhir untuk tahun ini dan Makau selalu menempati posisi istimewa buat para pembalap. Ini arena yang prestisius.

Namun, untuk semua pertandingan, sebenarnya persiapan hampir sama. Persiapan harus sempurna. Banyak orang selalu mengatakan jangan sampai menabrak, jangan sampai menabrak, dan kadang-kadang membuat kita menjadi terlalu konservatif dalam mengemudi. Namun, jelas ini merupakan sirkuit yang paling menarik dalam sebuah musim balap. Hal yang terpenting ialah membalap dengan baik, selalu menggunakan jalur balap yang benar, dan kerahkan seluruh kemampuan.

Pada balapan tahun sebelumnya di Makau, kami memulainya dengan sangat baik. Lalu untuk perlombaannya sendiri, mengurangi downforce supaya bisa meningkatkan kecepatan di lintasan lurus. Saat lap pemanasan, rasanya semuanya berjalan dengan baik, tapi dalam pertandingan saya hanya bertahan dua tikungan.

Tahun lalu, saya berada di posisi 17 saat race kualifikasi, sebelum terperangkap dalam kecelakaan saat menjalani perlombaan.Namun, tahun ini, saya kembali dengan lebih percaya diri, terutama dengan apa yang kami peroleh dalam dua seri terakhir di kejuaraan Eropa.Target kamu?

Saya cukup yakin untuk berada di peringkat 10 besar dan akan berusaha untuk bisa naik ke peringkat delapan atau enam. Selain balap, apa aktivitas kamu seharihari?

Aku kuliah di Bath, kota di dekat London, Inggris. Kalau waktunya pas, aku ke Jakarta, terakhir Agustus lalu. Aku juga harus ke gym, melatih tubuh supaya bugar. Juga ada waktunya berlatih dengan simulator.Mengapa kamu pilih untuk kuliah juga selain balapan?
Memang enggak semua pembalap juga memprioritaskan pendidikan formal. Aku memilih untuk kuliah dan memang agak sulit bagi waktunya jika dibandingkan dengan yang hanya balapan.

Namun, dengan persiapan, kerja keras, aku yakin pasti bisa menjalaninya dengan baik. Setiap kerja keras pasti ada hasilnya.Bagaimana kamu memandang perjalanan karier balapanmu?

Aku pikir, jalannya cukup cepat. Sekarang ini tahun kedua di Formula tiga dan apa yang sudah aku jalani juga cukup bagus.
Tahun 2014 juga tahun yang bagus buat aku, banyak pencapaian dan perkembangan yang aku bisa raih, melampaui 2013, dan aku cukup puas terhadap perjalanan ini.Target masuk ke formula satu?

Sekitar tiga atau empat tahun lagi. Apa yang aku lakukan semua mengarah ke sana, dukungan dari tim, teknis, dan skill.Siapa saja yang mendampingi kamu dalam setiap balapan?

Ada engineering, mekanik, manajer, dan anggota tim lainnya. Mereka yang mendukung semua usaha yang aku lakukan di sirkuit.Apa yang paling menentukan keberhasilan dalam setiap balapan, nyali, teknis, persiapan atau mobil yang bagus?

Semuanya berkontribusi pada kesuksesan dan itu bisa diupayakan. Saling menunjang, begitu pula tim yang mendukung kita. Jadi ini bukan cuma soal kecepatan, melainkan persiapan di balik itu. Selain pencapaian personal, saat balapan, apakah ada keinginan membawa serta nama Indonesia?

Tentu saja ada. Indonesia memang belum banyak dikenal dalam dunia motorsport. Aku pikir, dengan keberadaan aku didukung tim, dunia akan mulai mempertimbangkan Indonesia sebagai negara yang punya prestasi di dunia motorsport. Itu yang selalu aku ingat saat bertanding di arena balapan lapan dan aku optimistis itu bisa tercapai. onesia, Buat anak-anak muda Indonesia, ada pesan yang ingin kamuu sampai at ini juga kan buat mereka yang saat angan dalam menghadapi banyak tantangan meraih target?

Lakukan upaya terbaik,k, full effort, akan ada banyak tantangan, n, tapi dengan persiapan, fokus, dan an keinginan penuh, pasti bisa diraih apa yang kita inginkan. (M-3) Media Indonesia, 16/11/2014, halaman 19