Google Adsense

Olahraga dan Agama Obat Mujarab

Selasa, 18 November 2014

KESEHATAN merupakan faktor yang diutamakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan Rebiro) Yuddy Chrisnandi. Pasalnya, jabatan pertamanya sebagai pembantu presiden itu membutuhkan energi ekstra guna menyambangi setiap sudut aparatur negara bekerja.

Contohnya, selang satu hari pascapelantikan sebagai menteri (28/10), Yuddy menyambangi beberapa tempat untuk melakukan sidak dan evaluasi pelayanan.

“Energi yang paling saya manfaatkan dan optimalkan dengan menjaga salat, puasa (sunah), dan bersilaturahim. Itu bisa menghasilkan energi positif dan kebugaran jiwa kita. Maka, dari situlah saya bisa stabil dan mampu terus bekerja. Lalu silaturahim merupakan langkah yang saya nilai baik untuk menerima berbagai ide dan gagasan dari semua pihak yang bermanfaat untuk menjalankan tugas ini,“ ungkapnya.

Kesehatan jiwa itu, kata Yuddy, dengan menjaga kedekatan dengan Tuhan dan melakukan aktivitas sosial, di samping menjaga kesehatan dan kebugaran. Dengan begitu, saat beraktivitas kita bisa tetap sehat.

Layaknya sang Presiden, Yuddy juga melakukan blusukan di kantornya guna melihat dan memberikan pelayanan maksimal bagi pengaduan masyarakat. Ia pun meminta bidang humas membuka kembali PO Box 5000 yang selama ini tidak berfungsi. PO Box 5000 itu bertujuan membuka akses masyarakat melaporkan pejabat publik yang kurang memberikan pelayanan.

“Kita sudah instruksikan untuk membuka akses pengaduan melalui kode pos, e-mail, dan langsung ke sini supaya kita bisa memonitor langsung kondisi pelayanan yang dirasa patut diperbaiki. Ini salah satu dukungan untuk pelayanan yang lebih baik dari aparatur negara kepada masyarakat,“ katanya.

Di hari selanjutnya, 1 November, Yuddy melakukan blusukan ke beberapa daerah, seperti ke Samsat Serang, Banten. Di sana ia memeriksa pelayanan pembuatan STNK. Kemudian dihari selanjutnya ia mengunjungi Balai Kota DKI Jakarta bertemu dengan Plt Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Meski sibuk, Yuddy menyempatkan diri setiap hari berolahraga. Minimal lari pagi dan berenang. Di akhir pekan ia habiskan dengan bermain basket dan berlatih karate.

“Selain olahraga itu, saya menjaga kesehatan dengan tidak pernah istirahat (tidur) melewati pukul 24.00. Setelah selesai semua tugas, kemudian saya pulang ke rumah dan tidur supaya pertengahan malam saya bangun sebentar (salat tahajud) dan bisa bangun subuh. Pastinya kebiasaan itu menjaga kebugaran di sepanjang hari saya bekerja,“ jelasnya. (Cah/M-5) Media Indonesia, 13/11/2014, halaman 24