Google Adsense

Pasar Modal Tumbuh Tinggi, tapi Terbelakang

Minggu, 16 November 2014

Pertumbuhan pasar modal di Indonesia hingga tahun ini cukup pesat. Namun, pertumbuhan itu belum mampu mengubah kondisi yang masih terbelakang ketimbang negara-negara tetangga. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad membeberkan keadaan itu pada peluncuran Gerakan Nasional Cinta (Genta) Pasar Modal, di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.

Muliaman mengatakan pada ta hun ini indeks harga saham gabungan (IHSG) melesat 18 persen, tumbuh lebih tinggi ketimbang yang dialami Jepang, Singapura, dan Malaysia.Jumlah emiten di Indonesia meningkat 5 persen menjadi 5.501 emiten per November 2014. “Namun, jumlah emiten di Indonesia masih terbilang rendah daripada Malaysia yang punya 905 emiten dan Singapura dengan 767 emiten,” ujar Muliaman.

Dari segi jumlah investor, Indonesia memiliki kurang lebih 400 ribu investor lokal. Jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat kelas menengah yang mencapai 134 juta jiwa, jumlah investor lokal di Indonesia hanya 0,3 persen. Malaysia memiliki 12,8 persen investor lokal dan Singapura memiliki 30 persen investor lokal.

Di acara yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap masyarakat dapat mencintai pasar modal sehingga memperkuat basis investor lokal. Proporsi 60 persen investor asing dan 40 persen investor lokal seperti saat ini membuat keuntungan emiten akan banyak jatuh ke tangan asing.

“Sore ini, kita berbicara tentang cinta. Sebagian besar tentu sudah mengalaminya, yaitu menyenangi, menyukai, selalu mengingat, dan berusaha untuk memiliki. Namun, bedanya cinta pasar modal yakni cintanya tidak boleh buta, harus selalu mengikuti perkembangan, dan mempelajari industrinya,” ujar Kalla di hadapan 5.066 mahasiswa.

Di sela-sela peluncuran Genta, Bank Mandiri mendapatkan penghargaan dari Bursa Efek Indonesia karena dinilai sebagai emiten yang menciptakan investor baru terbanyak, yaitu mencapai 1.711 investor selama periode Januari hingga Oktober 2014. Prestasi itu diraih sebagai hasil sinergi dengan anak perusahaan, Mandiri Sekuritas. (Jes/ Ant/E-1) Media Indonesia, 13/11/2014, halaman 18