Google Adsense

Dampak Gempa Minim Warga Tenang

Kamis, 20 November 2014

Kepala BMKG Ternate Suwardi mengimbau warga tetap waspada karena ada kemungkinan gempa susulan bisa menimbulkan tsunami. LAPANGAN Ngara Lamo dan Jalan Muhammad Jabir Sah, Kelurahan Salero, Ternate Utara, Maluku Utara, kemarin pagi, ramai dikunjungi warga yang berolahraga. Warga tidak khawatir lagi akan gempa dan tsunami.

“Sudah tidak khawatir seperti saat gempa kemarin (Sabtu, 15/11). Apalagi BMKG sudah mencabut peringatan tsunami. Mudahmudahan tidak ada gempa seperti kemarin lagi,“ kata Andini, warga Kelurahan Salero yang sedang berolahraga, kepada Media Indonesia, kemarin.

“Memang kami sempat takut karena guncangan gempa terasa sangat kuat. Apalagi ada peringatan terjadinya tsunami dari BMKG membuat kami khawatir. Sekarang sudah normal. Kami tidak khawatir karena tsunami tidak ada,“ kata Hasan Luhu, warga Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate.

Warga di Kota Ternate dan sejumlah daerah lainnya di Maluku Utara panik setelah terjadi gempa berkekuatan 7,3 pada skala Richter (SR), Sabtu (15/11) pukul 11.31 WIT.Gempa berkedalaman 48 km dan berpusat di utara Laut Maluku, tepatnya 158 km timur laut Bitung atau 160 km barat laut Ternate.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami di wilayah Maluku Utara, Maluku, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Peringatan dini tsunami dicabut pada pukul 14.45. Terdeteksi tsunami kecil di beberapa tempat, dengan ketinggian maksimal 0,09 meter.Waspada Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat Rizal menyatakan tidak ada kerusakan bangunan dan korban jiwa di wilayah yang dekat dengan pusat gempa. Wilayah itu yakni Kecamatan Loloda, Sahu, Sahu Timur, dan Kecamatan Ibu Selatan.

Namun, Kepala BMKG Ternate Suwardi mengimbau warga tetap waspada karena mungkin akan ada gempa susulan yang bisa menimbulkan tsunami. Pasalnya, pergerakan patahan pada lempengan Halmahera yang berada di Laut Maluku tidak bisa diprediksi dan sewaktu-waktu dapat menimbulkan guncangan gempa. Tercatat terjadi gempa susulan sebanyak 63 kali dengan intensitas 2,7 SR-5,3 SR dan tidak berpotensi tsunami.

Selain di wilayah Maluku Utara, gempa dirasakan di Manado, Sulawesi Utara, serta wilayah Provinsi Gorontalo. Di Manado, terdata kerusakan sebagian dinding lantai 7 Hotel Lion. Di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau, Tagulandang, dan Biaro), ada empat rumah rusak ringan di Kelurahan Bahoy, Kecamatan Tagulandang. Sementara itu, BPBD Gorontalo melaporkan tidak ada kerusakan.

Pantauan dampak gempa juga dilakukan tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kemarin, mengatakan TRC BNPB dipimpin Direktur Perbaikan Darurat BNPB Yolak Dalimunthe, bersama TRC BPBD dan personel dari Kementerian PU, Kemensos, dan

Kemenkes masih berada di Halmahera Barat mendata dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Di bagian lain, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga menyatakan telah berkoordinasi dengan BNPB untuk secepatnya menyalurkan bantuan jika diperlukan.

“Kemensos bekerja sama dengan BNPB sudah memberangkatkan dua tim, satu tim ke Ternate satu tim ke Menado,“ jelas Mensos. (Bhm/VL/Fat/N-2) Media Indonesia, 17/11/2014, halaman 8