Google Adsense

Pengindraan Jauh untuk Laut

Selasa, 04 November 2014

Lapan mengembangkan teknologi pengindraan jauh di bidang kelautan agar bisa memberikan informasi spasial pulau-pulau terluar serta pendayagunaan laut untuk sektor ekonomi dan wisata.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengembangkan teknologi pengindraan jauh yang mampu memantau laut secara menyeluruh dan sistematik. Itu penting untuk mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang berupaya meningkatkan kemajuan di sektor maritim.

Demikian disampaikan Kabag Hubungan Masyarakat Lapan Jasyanto di Jakarta, kemarin, terkait penyelenggaraan Pan Ocean Remote Sensing Conference (Porsec) bertema Pengindraan jauh laut untuk sumber daya yang berkelanjutan di Sanur, Bali, 4-7 November mendatang.

Porsec merupakan organi sasi yang membantu negara berkembang meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya aplikasi teknologi pengindraan jauh untuk kelautan. Pada konferensi itu dihadiri 400 peserta dari para profesional bidang pengindraan jauh dalam dan luar negeri serta lembaga antariksa dari Jepang (Jaxa) dan Amerika Serikat (NASA).

Dengan pemanfaatan teknologi pengindraan jauh itu, kata Jasyanto, aspek fi sika dan biologi laut seperti suhu permukaan laut dan kandungan klorofil bisa terdeteksi. Unsur itu penting untuk mengetahui keberadaan ikan pada laut melalui sistem Zona Potensi Penangkapan Ikan Indonesia agar nelayan mudah mengetahui lokasi yang terdapat banyak ikan. Pengindraan jauh di bidang kelautan juga penting untuk memberikan informasi spasial pulau-pulau terluar. Tujuannya untuk identifi kasi dan perencanaan pengembangan pulau terluar yang terpadu.

Ia menambahkan informasi pengindraan jauh bermanfaat untuk pemantauan keamanan laut. ‘‘Pemantauan potensi sumber daya alam dan keamanan laut lebih efi sien dan efektif. Ini tak lain karena kemampuan satelit dalam memberikan informasi bisa mencakup luas,’’ ujarnya.

Yang tak kalah penting, teknologi pengindraan jauh dengan menggunakan satelit bermanfaat untuk pemantauan sumber daya alam di laut. ‘’Misalnya, untuk pemantauan terumbu karang dan perencanaan pendayagunaan laut pada berbagai sektor, seperti ekonomi dan pariwisata,’’ pungkasnya. berguna untuk kemudahan akses pariwisata,’’ papar dia.

Pelaku pariwisata Maximus Tipagau mendukung penuh upaya pemerintah di bidang kemaritiman. Menurut dia, prioritas memajukan sektor kelautan dapat mempermudah akses wisata dari satu pulau ke pulau lain.

‘’Selama ini perhatian pemerintah pada kemudahan akses atau fasilitas masih rendah. Saya harap pemerintahan baru, apalagi dengan prioritas kemaritiman, bisa mempermudah akses pariwisata,’’ papar CEO destinasi wisata Carstensz, Papua, di sela-sela keberangkatan mengikuti World Travel Market di London. (Ant/H-2) Media Indonesia, 3/11/2014, halaman 14