Google Adsense

Kekeringan belum Berakhir

Kamis, 06 November 2014

MEMASUKI November 2014, sejumlah daerah yang masuk wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih dilanda kekeringan. Padahal, anggaran untuk pengedropan air dari APBD sudah habis. Oleh karena itu, Pemkab terpaksa menggunakan cadangan dana bantuan dari BNPB untuk keperluan pengedropan air bersih.

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Eko Suprapto, mengatakan meski sudah beberapa kali turun hujan sejak pertengahan Oktober lalu, sumber mata air masih belum mampu mencukupi kebutuhan warga, sebab intensitas hujan yang turun masih kecil.

“Jadi kami masih menyalurkan bantuan air bersih meski dana pengedropan air dari APBD sudah habis. Sekarang pengedropan menggunakan bantuan dari BNPB,“ papar Eko, kemarin.

Hingga saat ini, bantuan air bersih masih disalurkan pada warga 57 dusun dalam 19 desa yang tersebar di 9 kecamatan.Jumlah itu bertambah satu dusun dari pekan lalu yang masih 56 dusun. Sembilan kecamatan itu ialah Kandangan, Kaloran, Kranggan, Pringsurat, Selopampang, Bejen, Jumo, Candiroto, dan Bulu.

Kepala BPBD Temanggung Agus Widodo menambahkan, pihaknya telah menerima bantuan dana dari Badan Na sional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp400 juta untuk mengatasi krisis air bersih di musim kemarau tahun ini.

Sementara itu, di Kebumen, 75 desa yang tersebar di 17 kecamatan masih meminta suplai air bersih. “Sudah sepekan lebih di Kebumen tidak turun hujan, sehingga krisis air bersih berlanjut,“ kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Muhyidin, kemarin.

Kekeringan di Kabupaten Pasuruan juga terus meluas. Jika sebelumnya ada 10 desa, saat ini kekeringan melanda 34 desa di 15 kecamatan. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan hanya mampu menangani 19 desa di 6 kecamatan, lantaran kesulitan armada untuk mengangkut dan menyuplai air ke warga.

Kekeringan juga masih melanda lima kabupaten di Provinsi Bali. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Made Indera, kemarin, menjelaskan kondisi yang paling parah terjadi di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. (TS/LD/AB/ OL/N-2) Media Indonesia, 4/11/2014, halaman 11