Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2015

Eksplorasi Kunci Penambahan Cadangan

Hinnga kini masih banyak masyarakat yang terbuai oleh pendapat masa lalu bahwa negeri kita kaya minyak.Dahulu, dari bangku sekolah dasar sebagian dari kita memang sudah diajarkan untuk berpikir bahwa Indonesia berlimpah emas hitam tersebut. Namun, tepatkah logika seperti itu terus berkembang?

Hal pertama yang harus dipahami adalah minyak dan gas alam (migas) merupakan kekayaan alam yang tidak terbarukan.Sumberdaya ini terbentuk dari proses geologi jutaan tahun lalu. Di saat cadangan di suatu tempat sudah benar-benar habis, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menambah cadangan tersebut. Kita hanya bisa berusaha menemukan sumber-sumber cadangan baru di lokasi berbeda.
Selain itu, perlu diingat, tidak semua cadangan migas yang ditemukan bisa dimanfaatkan. Hanya yang cukup ekonomis untuk dikembangkan yang akan diangkat ke permukaan sampai menghasilkan pendapatan negara.

Jumat, 16 Januari 2015

Jaga Fasilitas Hulu Migas demi Kepentingan Negara

PENJARAHAN mi nyak yang marak terjadi di wilayah Jambi dan Sumatra Selatan pada pertengahan tahun lalu menyebabkan ruas pipa minyak milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) PT Pertamina berhenti sementara.Alhasil, disetopnya aktivitas pipa ini sempat menganggu keamanan pasokan energi nasional.

Tidak bisa dipungkiri, gangguan keamanan di daerah operasi hulu migas memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi Kontraktor KKS. Apalagi, bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas) memiliki karakter padat modal, padat teknologi dan berisiko tinggi.Maka dari itu, isu keamanan menjadi isu krusial bagi bisnis ini.

Gangguan keamanan merupakan salah satu faktor non teknis penyebab target produksi migas nasional tidak tercapai. Otomatis, gangguan dan ancaman keamanan terhadap operasional industri hulu migas seperti penjarahan minyak, akan berdampak pada kerugian negara. Pasalnya, sektor migas merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap penerimaan negara. Selain itu, sektor ini juga memasok energi dan menggerakkan roda perekonomian dengan melibatkan sektor lain yang menunjang kegiatan hulu migas.

Sabtu, 03 Januari 2015

BPH Migas Tunjuk 2 Penyalur BBM Subsidi

BADAN Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) kembali menetapkan PT Pertamina (persero) dan PT AKR Corporindo Tbk sebagai penyedia dan pendistribusi BBM bersubsidi di 2015. “Keputusan ini telah melalui sidang komite,” kata Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Sommeng dalam jumpa pers di Gedung BPH Migas, Jakarta, kemarin.

Kuota Pertamina untuk tahun de pan ialah 45,355 juta kiloliter (kl), sementara AKR Corporindo 645 ribu kl. Total kuota BBM bersubsidi tahun depan ialah 46 juta kl.

Jumat, 26 Desember 2014

Sistem Bagi Hasil Paling Menguntungkan

Dalam sistem PSC negara memiliki kendali atas kegiatan operasi hulu migas. Perusahaan migas hanya sebagai kontraktor. Pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) hingga kini menggunakan sistem kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC). Sebuah sistem yang masih dianggap paling menguntungkan negara.Mengapa demikian?

Kegiatan usaha hulu migas terdiri atas kegiatan eksplorasi dan produksi. Eksplorasi adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan mencari cadangan migas baru. Jika hasil eksplorasi menemukan cadangan migas yang cukup menguntungkan untuk dikembangkan, kegiatan akan dilanjutkan dengan kegiatan produksi.

Selasa, 02 Desember 2014

Libatkan Pemain Lokal Dorong Ekonomi Nasional

Perlu diingat bahwa bisnis hulu migas merupakan bisnis yang semua pengeluarannya akan digantikan oleh negara bila kegiatan kegiatan itu menghasilkan migas yang komersial. PERAN sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam perekenomian kini mengalami pergeseran.

Tidak hanya sebagai sumber utama devisa, tetapi juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Maka dari itu, konsolidasi kapasitas nasional dalam mendukung operasi di industri hulu migas harus segera dilakukan.

Jumat, 28 November 2014

Pengawasan Lifting Migas Berlapis dan Cermat

Saat ini SKK Migas. Mengawasi lifting pada 237 titik penyerahan migas, yakni lokasi kontraktor migas wajib menyerahkan bagian negara kepada pemerintah dan berhak mendapatkan bagiannya atas hasil produksi.

SETIAP tetes produksi minyak dan gas bumi (migas) dari perut bumi Ibu Pertiwi ini wajib dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Lalu bagaimana cara pemerintah mengawal, mengawasi, dan mencermati setiap tetes minyak dan produksi gas yang dihasilkan dari bumi pertiwi itu?

Selasa, 25 November 2014

Nasib PSC dan Masa Depan Industri Hulu Migas

Kini tinggal menunggu langkah nyata Jokowi-JK untuk meluruskan kembali arah penegakan hukum dan kepatuhan atas ketentuan PSC dalam industri hulu migas nasional.

TIDAK ada yang akan menyangkal jika Indo nesia dikatakan kaya akan sumber daya alam termasuk sumber daya energi. Namun, untuk mendapatkan manfaat sebesarbesarnya atas kekayaan alam tersebut, bukanlah pekerjaan gampang. Perlu dilakukan kegiatan-kegiatan eksplorasi juga produksi minyak dan gas (migas) yang memerlukan dana tidak sedikit, teknologi yang mahal, serta berisiko tinggi.
Indonesia ditengarai masih memiliki potensi cadangan migas baru sebesar 43,7 miliar barel.

Kamis, 20 November 2014

Dua Kunci Tantangan Pengembangan Gas Bumi Tanah Air

Kegiatan eksplorasi dan produksi gas pada wilayah timur lebih sulit. Butuh teknologi yang lebih canggih. Dengan kata lain, dana investasi yang dibutuhkan sangat besar sehingga masuk akal bila investor sangat hati-hati.

Seyogyanya sudah harus menjadi kesadaran umum bahwa cadangan dan produksi minyak nasional terus menurun. Padahal, kebutuhan energi untuk pembangunan dan kemaslahatan masyarakat terus meningkat. Alhasil, pengembangan gas sebagai sumber energi pengganti minyak merupakan pilihan masuk akal. Apalagi sampai sekarang, energi alternatif yang berbasis nonfosil belum berkembang luas.

Senin, 17 November 2014

Tantangan Menjaga Produksi Migas

DALAM penambangan minyakdan gas (migas), dikenal kegiatan pengembangan atau fase produksi. Kegiatan produksi migas dilaksanakan melalui proses panjang yang menantang mulai dari aspek teknis maupun aspek legal dan sosial.

Sabtu, 15 November 2014

Laba PLN Naik Rp36,7 Triliun

Kenaikan pendapatan usaha juga didukung penaikan tarif tenaga listrik secara berkala. PT PLN (persero) meraih laba bersih sebesar Rp15,3 triliun pada periode Januari hingga September 2014, atau naik Rp36,7 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi Rp21,4 triliun.

Pencapaian itu berkat laba selisih kurs sebesar Rp2,4 triliun serta peningkatan penjualan ataupun efisiensi biaya. Adapun laba usaha PLN ialah Rp40,4 triliun pada tri wulan ketiga 2014 atau naik 37,1% (Rp10,9 triliun) bila dibandingkan dengan periode yang sama 2013 yang sebesar Rp29,5 triliun.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan pendapatan usaha perseroan sebesar Rp218,7 triliun pada periode Januari hingga September 2014 atau naik 18,4% (Rp34 triliun) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp184,7 triliun.

Rabu, 12 November 2014

Ubah Paradigma Minyak Melimpah

Sejatinya cadangan minyak bisa ditingkatkan dengan pencarian sumber baru alias eksplorasi. Namun, aktivitas ini memerlukan investasi yang tidak sedikit. SEJAK kanak-kanak kita sudah dijejali ungkapan Indonesia memiliki sumber daya minyak yang melimpah ruah. Bahkan, kita diyakinkan bahwa negeri ini tak akan kekurangan minyak sedikit pun.

Pola pikir bahwa bangsa kita dengan minyak sudah sepantasnya diubah. Apa pasal?
Penemuan cadangan minyak baru di tanah air ternyata lebih kecil ketimbang tingkat produksinya. Maka dari itu, dengan jumlah cadangan minyak terbatas, Indonesia memerlukan kebijakan strategis untuk menjaga ketahanan energi di masa datang.

Minggu, 02 November 2014

Pertamina-Sonangol Jalin Kerja Sama Impor Minyak

PRESIDEN Joko Widodo antusias menyambut Wakil Presiden Angola Manuel Domingos Vicente di Istana Merdeka kemarin. Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang tersebut menyimak pemaparan yang disampaikan elite Partai Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola itu ihwal kerja sama Indonesia-Angola di bidang perminyakan.

Sabtu, 01 November 2014

Kendali Negara di Bisnis Hulu Migas

Kontrak Kerja Sama dilaksanakan paling lama 30 tahun. Kontraktor dapat mengajukan perpanjangan paling lama 20 tahun. Rudianto Rimbono Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

KENDATI berperan besar terhadap kelangsungan penerimaan negara, tidak banyak yang mengetahui bagaimana bisnis hulu migas yang dikelola Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dijalankan.Dengan menyumbang sekitar 30 persen penerimaan negara setiap tahunnya, sektor ini memiliki peran sangat vital bagi Indonesia.

Rabu, 29 Oktober 2014

Bergerak Hemat dengan Gas Alam

Pemanfaatan LNG pada sektor transportasi dan alat berat diprediksi meningkat dari 0,4 juta ton per tahun pada 2015 menjadi 1,3 juta ton pada 2019. PROGRAM konversi ba han bakar minyak (BBM) ke gas beberapa tahun belakangan berjalan tertatih-tatih lantaran banyaknya kendala yang menghadang program efisiensi tersebut.

Namun, PT Pertamina (persero) terus berupaya untuk mendukung implementasi program tersebut. Salah satunya dengan melakukan perpaduan penggunaan bahan bakar (dual fuel) antara liquefied natural gas (LNG) dan solar untuk mobil tangki BBM dengan komposisi masingmasing 57 persen dan 43 persen. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan pemanfaatan dual fuel itu menghemat solar sekitar 3.500 kiloliter (kl) per bulan.

Senin, 27 Oktober 2014

Pertamina Sasar Mandiri Energi

Penurunan produksi minyak di lapangan expired rata-rata 19% atau setara dengan 250 ribu barel per hari. PT Pertamina (persero) menyasar peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) demi kemandirian dan swasembada energi nasional.Berbagai langkah yang mengintegrasikan optimalisasi sumur migas yang ada (existing), ekspansi produksi ke luar negeri hingga mengembangkan sumber energi baru terbarukan (EBT) menjadi upaya berkelanjutan untuk mengurangi impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM).

“Pertamina siap berada di garis depan untuk swasembada energi,“ kata Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen saat berkunjung ke Kantor Media Group, Jakarta, kemarin. Karena itu, lanjutnya, Pertamina terus mengebor wilayah kerja existing, khususnya implementasi skema perluasan dan peningkatan produksi minyak (enhanced and improved oil recovery).

Senin, 20 Oktober 2014

Optimistis Jokowi Pertimbangkan PLTN

KEPALA Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto optimistis pemerintah Jokowi-JK bakal serius mempertimbangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai solusi memenuhi kebutuhan listrik ke depan.

Ia menilai, pemerintah bakal sulit untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional jika hanya mengandalkan sumber energi baru terbarukan (EBT) semisal air, geothermal, angin dan tenaga surya. Pasalnya, daya listrik yang dihasilkan tersebut sulit direalisasikan sebesar potensi awal EBT-EBT tersebut.

“Kalau tidak segera dilakukan proyek yang agak ekstrim sulit kita memenuhi kebutuhan listrik di masa depan.Kalau Jokowi-JK benarbenar melihat semua potensi yang ada, saya optimistis pemerintah ke depan akan mempertimbangkan pembangunan PLTN,” ujar Djarot saat dihubungi di Jakarta, Kamis (16/10).