Google Adsense

Sewa Pulau Pribadi Jadi Laris Manis, Dampak Virus Corona

Jumat, 15 Mei 2020

Wabah virus corona hampir meluluh lantakkan aktivitas pariwisata di berbagai belahan dunia. Disebabkan pencegahan penyebaran covid-19 dengan status lockdown termasuk di Indonesia dengan melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi kalangan yang berduit banyak, dimana permintaan dan pembelian pulau pribadi justru meningkat. Mereka kaum kaya raya untuk memenuhi hasrat liburan dan melakukan isolasi mandiri. Ada yang menyewa serta membeli pulau pribadi seperti yang diberitakan kumparan.com

Sejak bulan Maret 2020, calon pembeli dan penyewa diberbagai belahan dunia menunjukkan minat untuk menghindar ke sebuah pulau untuk isolasi mandiri sekaligus liburan. Hal ini tentu dilakukan untuk menghindari wabah virus corona, tentu saja mereka memiliki sumber penghasilan yang melimpah ruah dan dapat melakukan hal tersebut.

CEO Perusahaan real estate Ontario Private Islands, Chris Krolow mengatakan saat wabah virus corona, permintaan sebanyak 150 dalah sehari untuk menyewa dan pembelian pulau pribadi. Dan angka permintaan ini lebih tinggi dibandingkan tahun yang lalu. Tahun lalu permintaan hanya 100 untuk menyewa pulau.

Konsumen potensial mayoritas berasalah dari Amerika Serikat dan Kanada. Kemudian pulau yang banyak diminati adalah pulau di Karibia dan Amerita Tengah. Menurut data yang dimiliki oleh Chris Krolow. Dan peminat tersebut memesan pulau dengan tempat-tempat dengan aksebilittasi mudah serta mengesampingkan Asia dan Pasifik Selatan.

Chris Krolow mengatakan pulau yang memiliki tempat perlindungan pribadi yang dimilikinya telah disewa sampai akhir tahun 2020, hingga perkiraan waktu wabah virus corona berakhir. Pulau Gladden di Barrier Reef Belize menjadi pulau pribadi yang paling banyak disewa oleh konsumennya. Gladden, pulau seluas 1 hektare yang dikelilingi samudera biru kehijauan ini mampu menampung empat orang pengunjung dan empat orang staff. Dengan harga sewa 7.390 dolar Amerika atau setara Rp 110 juta untuk empat orang per malam, pengunjung akan mendapat fasilitas mewah yang dilengkapi perahu, perawatan spa, dan olahraga air.

Sedangkan untuk pembelian pulau pribadi, Kepulauan Bahama di Karibia menjadi lokasi yang banyak paling banyak diminati. Untuk pulau kecil, Krolow mengatakan perusahaan nya menjual mulai harga 50 ribu dolar Amerika atau Rp 746 juta hingga 150 juta dolar Amerika untuk pulau pribadi yang memiliki fasilitas lengkap dan mewah.

Sementara itu, Krolow menyebut bahwa British Virgin Islands, Inggris, menjadi pulau yang banyak diincar wisatawan yang ingin menyewa pulau dengan kapasitas besar. Dengan harga 102 ribu dolar Amerika atau Rp 1,5 miliar per malam, penyewa dapat menginap di vila bergaya Bali, dengan paviliun kolam renang, bar, dan hot tub yang dapat menampung 30 orang.

https://kumparan.com/kumparantravel/gara-gara-pandemi-corona-sewa-pulau-pribadi-jadi-laris-manis-1tPxAljN5MM/full

Memang asyik memiliki kekayaan yang berlimpah dan dapat melakukan apapun keinginan untuk menghindar dari wabah virus corona dan melaksanakan liburan.

Namun sebaliknya ada berita yang berbeda disebabkan dampak virus corona yaitu Miliarder Inggris Richard Branson ingin mencari pinjaman dengan pulau pribadinya sebagai jaminan. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan miliknya.

Miliarder Inggris, Richard Branson jaminkan pulau pribadinya untuk cari pinjaman guna menyelamatkan maskapai penerbangannya
Taipan Inggris Richard Branson sedang berusaha keras agar maskapai penerbangannya dapat tetap bertahan meski merugi karena virus corona.

Sampai sejauh ini, pemerintah Inggris Raya dan Australia – tempat beroperasinya Virgin Atlantic dan Virgin Australia - belum sepakat untuk memberikan pinjaman agar kelompok bisnis tersebut tetap dapat beroperasi di masa depan.

Di Australia, perusahaan ini menyatakan tak sanggup lagi membayar berbagai kewajiban pada tanggal 21 April lalu, yang berarti menjadi maskapai besar pertama yang lumpuh di Asia-Oceania karena wabah corona.

"Ini bukanlah akhir dari Virgin Australia, tetapi sebuah permulaan baru. Kami akan bekerja siang malam untuk mewujudkannya,” kata Branson dalam cuitannya.


Baca juga : Jasa Sewa Mobil Di Pekanbaru

Di Inggris keadaannya berbeda. Meskipun perusahaan belum menyatakan diri bangkrut, keadaan keuangannya tidaklah sehat, sama seperti sebagian besar perusahaan lainnya di industri penerbangan.
Branson meminta bantuan pemerintah Inggris, tetapi banyak pihak mengecam permintaan tersebut.
Sejumlah pengkritik mengatakan Branson tidak menyelamatkan perusahaaan dengan menggunakan hartanya sendiri, yang diperkirakan majalah Forbes lebih dari US$4 miliar atau Rp60 triliun.

Virgin Atlantic, maskapai penerbangan yang ia dirikan pada tahun 1984 mengumumkan awal pekan ini, lebih dari 3.000 orang terpaksa diberhentikan. Namun dukungan dari pemerintah belum ada hasilnya sejauh ini.

Branson membela diri"Banyak maskapai dunia memerlukan dukungan dunia, dan banyak dari mereka mendapatkannya,” demikian isi surat Branson kepada pegawainya.
Menjawab krtikan, Branson mengatakan hartanya diinvestasikan dan dia tidak memiliki dana segar, "yang ada di akun bank dan siap untuk ditarik."

Branson juga menjawab kritik bahwa dirinya tinggal di tempat berpajak rendah dan tidak berhak mendapatkan bantuan karena tidak tinggal di Inggris dan tidak membayar pajak selama 14 tahun.
“Joan dan saya meninggalkan Inggris bukan karena pajak, tetapi karena kami mencintai Kepulauan Virgin Britania Raya (di Karibia) British Virgin Islands dan terutama Pulau Necker, yang saya beli saat berumur 29 tahun," katanya.

“Kami kemudian membangun rumah keluarga disana. Bagian lain pulau dijadikan tempat bisnis yang mempekerjakan 175 orang,” kata Branson.
Karena itulah pulau ini dijadikan jaminan kepada pemerintah Inggris untuk mendapatkan pinjaman.
Pulau Necker: surga kemewahan

Pulau Necker menjadi kerajaan pribadi Branson selama empat puluh tahun terakhir.
Setiap kali pulau ini rusak karena badai atau kebakaran, pengusaha ini menggunakan dananya sendiri untuk membangun kembali Necker.

Pulau tersebut menjadi tempat liburan musim panas eksklusif, dimana sewa kamar termurahnya US$15.000 atau Rp227 juta per tiga malam, demikian tertera pada situsnya.
Tempat itu mengorganisir berbagai hal, mulai dari turnamen olah raga sampai acara pribadi termasuk pernikahan, rapat pimpinan atau liburan.

Beberapa pengamat memandang ide menawarkan pulau tersebut sebagai jaminan merupakan cara untuk menawarkan harta milik yang paling berharga.

Ini bukan hanya nilai komersial pulau, tetapi juga ide tersirat bahwa pengusaha ini akan melakukan segala cara untuk memilikinya kembali.

Branson memang sangat terpukul krisis karena kelompoknya menanam modal pada maskapai penerbangan, hotel dan kapal pesiar. Ini adalah sektor yang paling merugi karena wabah corona.
Tetapi kenyataan bahwa pulaunya dipandang sebagai tempat dimana taipan membayar pajak sangat rendah, juga tidak membantunya mendapatkan bantuan pemerintah saat ini.

Farhard Vladi, pengusaha yang menyewakan dan menjual pulau pribadi, mengatakan kepada Bloomberg bahwa di tahun 2017 nilai pulau tersebut adalah lebih dari US$100 juta atau Rp1,5 triliun.
Miliarder yang akan berumur 70 tahun di bulan Juli ini, menerima tamu-tamu seperti Barack Obama dan Putri Diana, selain sejumlah tokoh berpengaruh dan selebritas lainnya yang berlibur di sana.
Usaha Branson untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah Inggris merupakan satu dari daftar panjang maskapai yang meminta pinjaman di berbagai negara untuk menghindari kebangkrutan.
Industri penerbangan dunia adalah salah satu yang paling terkena dampak buruk wabah.
Jumlah penerbangan udara turun hampir 80% di tahun 2020 dan di sejumlah daerah hampir semua penerbangan sipil dihentikan untuk mencegah penyebaran virus.

International Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Transportasi Udara Internasional memperkirakan setengah maskapai yang ada akan kehabisan likuiditas pada bulan Mei atau Juni, karena itulah perundingan untuk mendapatkan sumber daya dipercepat.

Saat ini terdapat sekitar 17.000 pesawat yang tidak diterbangkan di dunia, menurut Ascend by Cirium, perusahaan konsultan yang mewakili dua pertiga armada internasional.

Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/dunia-52535012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Lainnya