Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2020

Disdik Riau : Kelulusan Siswa & Dana Bosda SMA/SMK Swasta

Diumumkan 2 Mei, Disdik Riau Minta SMA/SMK segera Bahas Kelulusan Siswa
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau meminta sekolah SMA/SMK segera melakukan rapat membahas kelulusan siswa dengan memperhatikan protokol kesehatan virus Corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Plt Kepala Disdik Provinsi Riau, Kaharuddin mengingat untuk jadwal kelulusan SMA/SMK sesuai kalender pendidikan pada 2 Mei mendatang.

"Sebelum kelulusan diumumkan pada 2 Mei, tentu sekolah perlu melakukan rapat dengan guru membahas penentuan kelulusan siswa. Tentu dengan kondisi sekarang, kita perlu memberikan arahan seperti apa pembahasan penentuan kelulusan, makanya nanti kita surati sekolah," katanya.

Setelah itu, lanjut Kepala Kesbangpol Riau ini, kemudian sekolah diminta segera melaporkan hasilnya ke Disdik Riau sebelum 2 Mei 2020.

Rabu, 24 Juni 2015

Sekolah Gratis Sebaiknya Mandiri

SEKOLAH gratis bagi kaum tidak mampu (duafa) disarankan untuk memiliki sumber dana mandiri agar dapat terus berkembang.Dengan demikian, operasional mereka tidak perlu lagi bergantung pada para donatur.

Jumat, 30 Januari 2015

Format UN Dirilis

KEPASTIAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan yang akan mengumumkan format ujian nasional (UN) melalui peraturan Mendikbud (permendikbud) segera diumumkan pekan ini.

“Insya Allah, Kamis (22/1) pekan ini, saya dapat kabar akan diumumkan resmi terkait format UN,'' ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam kepada Media Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Selasa, 13 Januari 2015

Guru Mesti Tumbuhkan Budaya Membaca Siswa

SEKOLAH mesti menjadi salah satu pusat pembudayaan dalam menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan membaca. Karena itu, guru memiliki peranan utama di lingkungan sekolah untuk mendorong para siswa mereka menggiatkan budaya membaca.

“Dibutuhkan sosok guru yang bisa mewujudkan proses belajar dan membentuk siswa aktif (active learning). Caranya dengan mengutamakan budaya dan keterampilan membaca,'' ujar pemerhati pendidikan M Abduh Zen saat berbicara pada acara Refleksi Akhir Tahun Ikatan

Jumat, 02 Januari 2015

Daerah Tetap Selektif soal Kurikulum 2013

Kemendikbud akan memvalidasi secara khusus sekolah yang diajukan daerah untuk menerapkan Kurikulum 2013.
PEMERINTAH menginstruksikan dinas-dinas pendidikan di dae rah agar tetap selektif mengajukan sekolah yang sudah siap menerapkan Kurikulum 2013.

Karena itu, soal adanya penolakan penghentian Kurikulum 2013 yang dilakukan sejumlah dinas seperti dinas pendidikan se-Jawa Timur perlu dipertanyakan apakah itu murni keinginan sekolah atau dinas.

Sabtu, 27 Desember 2014

LIPI dan Universitas Diminta Pecahkan Masalah Transmigrasi

LEMBAGA penelitian dan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan sumbangsih lebih besar untuk pembangunan daerah ter tinggal melalui transmigrasi. Hal itu dikemu kakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, saat penandatanganan naskah kesepahaman bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan empat perguruan tinggi di Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Rabu, 29 Oktober 2014

Tugas Berat Menanti Menpora

Penyelesaian `konflik' KOI dan KONI menjadi salah satu tugas besar yang menanti Menpora Imam Nahrawi. Sebagai menpora, Imam dituntut mencari solusi terbaik soal anggaran olahraga. Tidak bisa dimungkiri, masalah dana menjadi kendala dalam peningkatan prestasi.

SEABREK tugas menan ti Imam Nahrowi yang dipercaya Presi den Joko Widodo mengemban tugas sebagai menteri pemuda dan olahra ga. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dituntut membuat terobosan baru untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia yang terus merosot.

Demikian benang merah berbagai harapan kalangan dunia olahraga Indonesia yang dihimpun kemarin. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo berharap Imam mampu membuat kebijakan agar berbagai kendala yang melingkupi du nia olahraga Indonesia dapat segera teratasi.

Minggu, 26 Oktober 2014

Beasiswa untuk Memajukan Pertanian

Mereka dididik bukan untuk menjadi petani tradisional, melainkan agar mereka bisa mengembangkan teknologi penunjang sektor pertanian dan perkebunan.

DIREKTORAT Pembinaan Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK) Pendidikan Menengah Kemendikbud akan memberikan beasiswa kepada peserta didik SMK jurusan pertanian sebesar Rp1 juta per tahun.Kebijakan itu diambil untuk mendorong siswa bersekolah di jurusan pertanian.
“Semua siswa SMK pertanian mendapat beasiswa Rp1 juta di luar BOS (dana bantuan operasional sekolah),“ kata Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Mustagfirin Amin, di Jakarta, Rabu (22/10).

Kamis, 23 Oktober 2014

90 Penelitian SMA Bersaing Jadi Terbaik

SEBANYAK 90 naskah finalis dari 33 provinsi saling beradu menjadi yang terbaik pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di Yogyakarta mulai kemarin hingga Jumat (24/10). Peserta dari kalangan siswa SMA itu berlomba pada berbagai bidang penelitian, yaitu sains dasar meliputi matematika, fisika, kimia, dan biologi. Kemudian, sains terapan seperti elektronika/mesin, pertanian, kesehatan, lingkungan, informatika/komputer, serta IPS atau humaniora meliputi ekonomi, bahasa, psikologi/pendidikan, sejarah, budaya, dan humaniora.

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Haris Iskandar mengatakan dengan OPSI itu diharapkan bisa menumbuhkembangkan minat serta bakat peserta didik atas ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rabu, 22 Oktober 2014

Guru Harus Jadi Fasilitator dan Inovator

PARA guru dalam menjalankan tugas mereka dituntut mampu mewujudkan kualitas pengajaran bermutu dan memudahkan peserta didik menguasai ataupun mempraktikkan materi ajar.

“Para guru diharapkan mampu menjadi fasilitator dan inovator bagi anak didik untuk menjadi kreatif dalam belajar,” kata Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Achmad Jazidie saat membuka Lomba Karya Ilmiah dan Inovasi Pembelajaran (LKIIP) guru SMK (sekolah menengah kejuruan) di Jakarta, kemarin. LKIIP dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Oktober 2014.

Menurut dia, tuntutan profesi guru mengharuskan mereka untuk selalu memperbarui diri seiring dengan percepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang tumbuh dan berkembang. Bila sebelumnya, kata dia, pekerjaan rumah (PR) diberikan kepada siswa setelah mendapat pelajaran dari guru, yang terjadi saat ini PR diberikan sebelum pelajaran diberikan.

Selasa, 21 Oktober 2014

Kemendikbud Kebut Tata SMK

Dalam menyongsong MEA, mutu SMK harus terus ditingkatkan. Selain itu, idealnya jumlah SMK lebih banyak daripada SMA. EMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mempercepat pembenahan mutu sekolah menengah kejuruan (SMK). Langkah perbaikan itu dilakukan demi menyiapkan tenaga terampil siap pakai dalam menyambut datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.

“Upaya mencitrakan SMK ke publik sudah selesai. Kini saatnya meningkatkan mutu SMK guna mempersiapkan SDM yang unggul,” ujar Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud Achmad Jazidi, di Jakarta, kemarin. Menurut Achmad, ada tiga cara utama untuk memperbaiki SMK. Langkah pertama ialah melengkapi sarana dan prasarana, khususnya peralatan praktikum laboratorium.