Google Adsense

Daerah Tetap Selektif soal Kurikulum 2013

Jumat, 02 Januari 2015

Kemendikbud akan memvalidasi secara khusus sekolah yang diajukan daerah untuk menerapkan Kurikulum 2013.
PEMERINTAH menginstruksikan dinas-dinas pendidikan di dae rah agar tetap selektif mengajukan sekolah yang sudah siap menerapkan Kurikulum 2013.

Karena itu, soal adanya penolakan penghentian Kurikulum 2013 yang dilakukan sejumlah dinas seperti dinas pendidikan se-Jawa Timur perlu dipertanyakan apakah itu murni keinginan sekolah atau dinas.

“Apa dasar mereka (dinas) menyampaikan seluruh sekolah di Jawa Timur sudah siap melaksanakan Kurikulum 2013?” kata Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad di Jakarta, kemarin.

Hamid menyatakan Kemendikbud sudah menetapkan hanya 6.221 sekolah yang akan melanjutkan Kurikulum 2013. Ke6.221 sekolah itu nantinya masih ditanyai lagi, apakah sudah siap menjalankan Kurikulum 2013 atau mengundurkan diri.

Di luar 6.221 sekolah tersebut, penerapan Kurikulum 2013 dihentikan lantaran masih banyak permasalahan, mulai pelatih an guru yang belum beres hingga pada distribusi buku yang masih kacau.

Sebelumnya, dalam pertemuan 38 kepala dinas pendidikan se-Jatim dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun pada Rabu (10/12), mereka sepakat meneruskan Kurikulum 2013. Dengan begitu, mereka menolak imbauan pemerintah untuk menyetop Kurikulum 2013 di luar 6.221 sekolah.

Hamid mengakui sudah banyak daerah yang mengusulkan sekolah mana saja yang pantas melanjutkan Kurikulum 2013, termasuk sekolah swasta.

Namun, ia mengingatkan agar daerah realistis mengusulkan sekolah yang siap menerapkan Kurikulum 2013. “Mereka itu mestinya realistis. Mungkin saja sekolah itu belum siap, tetapi dipaksakan.” Karena itu, lanjut Hamid, Kemendikbud akan memvalidasi secara khusus kesiapan sekolah dalam penerapan Kurikulum 2013 yang diajukan pemerintah daerah.

Validasi akan mencakup aspek manajemen sekolah seperti apakah kepala sekolah bisa memimpin pelaksanaan Kurikulum 2013 hingga akhir dan apakah semua gurunya sudah dilatih atau belum.

Apabila dari validasi tersebut terbukti sekolah belum siap menerapkan Kurikulum 2013, Kemendikbud tidak akan memberikan izin kepada sekolah itu untuk menerapkan Kurikulum 2013.

“Kami juga bakal melihat adakah anggaran baru yang dibebankan ketika Kurikulum 2013 itu berjalan. Kemudian kami juga meminta dukungan dari orangtua tentang keberlanjutan Kurikulum 2013 di sekolah bersangkutan,” paparnya. Asalkan siap Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendukung madrasah di lingkungan Lembaga Pendidikan Maarif NU untuk menerapkan Kurikulum 2013 apabila gurunya memang sudah siap. Kurikulum 2013 punya kelebihan, yakni ada penanaman akhlak dan budi pekerti.

“Sepanjang gurunya siap, silakan saja memakai Kurikulum 2013. Tapi, jika sumber daya manusianya belum siap, ya kembali pada kurikulum sebelumnya dengan menunggu perbaikan dan kesiapan semuanya, terutama guru,“ katanya di sela wisuda STAINU Madiun, Jatim, Kamis (11/12).

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistiyo menyampaikan penghentian pelaksanaan Kurikulum 2013 seharusnya tidak dilakukan di tengah tahun ajaran lantaran bisa merepotkan guru dan siswa. (AD/Ant/H-2) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 13