Google Adsense

Banyak Kota belum Layak Huni

Rabu, 14 Januari 2015

KOTA-kota di Indonesia tergolong belum layak huni. Selain karena keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan perumahan, sarana dan prasarana, kota di Indonesia pun menghadapi berbagai masalah lingkungan. “Kota besar dan metropolitan dihadapkan pada masalah lingkungan yang berkaitan dengan kemiskinan, industri, dan konsumsi.

Adapun kota-kota kecil dan sedang umumnya memiliki sarana dan prasarana yang sederhana, tetapi kualitas sanitasinya buruk,“ ungkap pengamat perkotaan Yayat Supriatna dalam diskusi Shell Roundtable Discussion on Liveable Cities With Ecofriendly Energy di Jakarta, kemarin.

Ia menerangkan beberapa komponen kota layak huni, antara lain harus memenuhi aspek ekonomi seperti sarana angkutan umum memadai dan mudah ditemukan, aspek sosial yaitu aman dari gangguan kriminalitas, dan aspek lingkungan seperti aman dari gangguan bencana, bebas polusi, serta ketersediaan infrastruktur untuk menciptakan warga yang sehat.

Di Reykjaviv, Islandia, misalnya, 100 persen kebutuhan listrik warga dipasok hidroelektrik. Di Oregon, AS, penggunaan angkutan umum mendorong penduduk meninggalkan kendaraan pribadi mereka di rumah.Selain berdampak pada pengurangan konsumsi energi, hal itu mampu mengurangi emisi karbon. Contoh lain di Kota Curitiba, Brasil, yang memiliki banyak ruang terbuka hijau.

Hal sama pun terjadi di Malmo, Swedia.Kota yang identik dengan pesepeda itu memiliki jalur khusus pesepeda, mengembangkan taman kota, dan ruang hijau di setiap sudutnya.

“Di Indonesia, pemerintah secara kapasitas kelembagaan sudah gagal menerjemahkan apa yang ideal bagi kota. Problem utamanya tidak hanya fisik, tapi juga pembangunan manusia. Ini yang mesti diutamakan juga,'' kata Yayat.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mengatakan agar pemerintah mengubah strategi pembangunan yang selama ini menitikberatkan pada pembangunan di kota. Salah satunya pembangunan merata dan mengurangi urbanisasi. “Dan yang terpenting ada komitmen daerah untuk peduli pada lingkungan seperti memperbanyak ruang terbuka hijau,'' jelas Emil. (Vei/H-2) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 14