Google Adsense

Program Raskin hanya Ganti Nama

Kamis, 08 Januari 2015

PEMERINTAH menyatakan tidak akan menghapus program beras bagi rakyat miskin (raskin). Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan subsidi beras itu hanya berganti nama menjadi operasi pasar khusus (OPK). “Ini operasi pasar khusus isi raskin. Beda nama aja, tujuannya kepada RTS (rumah tangga sasaran) yang membutuhkan,“ tutur Rachmat saat meninjau kesiapan stok beras jelang Natal dan Tahun Baru di gudang Divre Bulog DKI Jakarta-Banten di Jakarta, kemarin.

Ia menyebutkan OPK membidik 15,5 juta RTS dengan harga tebus Rp1.600 per kilogram.Setiap orang mempunyai jatah sebanyak 15 kg.
Dengan penyaluran bantuan beras murah tersebut, Rachmat berharap dapat menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah. “Kami ingin menyalurkan 230 ribu ton tiap bulannya,“ ujarnya.

Sesuai data Kementerian Perdagangan, rerata harga beras medium secara nasional saat ini, jika dibandingkan dengan minggu lalu, naik 0,75 persen dari Rp9.274/kg menjadi Rp9.344/kg.

“Stok beras di gudang-gudang Bulog cukup aman. Pun, Kemendag telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar di seluruh Indonesia guna meredam gejolak kenaikan harga beras,” tegas dia. Stok beras Bulog saat ini sebesar 1,7 juta ton yang cukup untuk 7 bulan ke depan.

Ditemui terpisah, pengamat ekonomi pertanian Bustanul Arifi n merespons positif dipertahankannya program bantuan beras murah. Pertimbangannya, kontribusi harga beras pada laju infl asi cukup besar mencapai 25 persen .

Kendati begitu, menurut Bustanul, pemerintah perlu mematangkan rencana penyaluran subsidi beras melalui uang elektronik (e-money) karena butuh sosialisasi lebih luas. (Wib/Ids/E-5) Media Indonesia, 16/12/2014, halaman 18