Google Adsense

Modernisasi Tingkatkan Kewibawaan

Selasa, 13 Januari 2015

PRESIDEN Joko Widodo ia menginginkan TNI memiliki sistem pertahanan yang disegani dunia. Untuk menuju ke arah sana, anggaran TNI terus ditingkatkan secara bertahap.

“TNI punya alutsista yamg modern dan ketinggalan. Pemerintah berkomitmen memperbaiki semuanya agar negara kita punya wibawa. Nanti dimasukkan ke APBN-P,“ kata Jokowi saat mengunjungi pameran persenjataan TNI-AD di Silang Monas, Jakarta, kemarin.

Dalam pameran itu, Jokowi sempat menaiki kendaraan taktis (rantis) Komodo ditemani Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo. Jokowi juga melihat sejumlah stan, seperti milik Kostrad dan Kopassus.

Terkait dengan persenjataan, TNI-AD bakal menambah alutsista dengan kehadiran sejumlah kendaraan tempur seperti helikopter Apache, MI 17, kemudian light tank. Penguatan alutsista, kata Gatot, disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.“Namun, kami tetap memprioritaskan industri dalam negeri,“ kata Gatot.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, seusai memimpin rapat dengan jajaran pimpinan TNI, mengatakan pembangunan sistem pertahanan selain bertumpu pada industri pertahanan, harus bersinergi dengan aspek nonfisik, seperti semangat bela negara.

Menurut Ryamizard, Kebijakan Pertahanan 2015 ialah mendorong industri pertahanan yang mandiri. Pada 2015, Kemenhan masih akan menitikberatkan pembangunan persenjataan. Namun, profesionalisme dan penguasaan teknologi juga mutlak dibutuhkan.

Pertahanan, jelas Ryamizard, harus bisa menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim. “Ada beberapa perubahan strategis sesuai kebijakan Presiden yang menekankan sektor maritim,“ ujarnya.

Rapat juga membahas soal pengamanan pertahanan dan pulau-pulau terluar dengan konspep sabuk pengamanan (security belt) yang terpadu. Ryamizard mengungkapkan pemerintah bakal memakai pesawat nirawak untuk memantau patok-patok perbatasan. (Pol/P-5) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 5