Google Adsense

Eksplorasi Kunci Penambahan Cadangan

Sabtu, 17 Januari 2015

Hinnga kini masih banyak masyarakat yang terbuai oleh pendapat masa lalu bahwa negeri kita kaya minyak.Dahulu, dari bangku sekolah dasar sebagian dari kita memang sudah diajarkan untuk berpikir bahwa Indonesia berlimpah emas hitam tersebut. Namun, tepatkah logika seperti itu terus berkembang?

Hal pertama yang harus dipahami adalah minyak dan gas alam (migas) merupakan kekayaan alam yang tidak terbarukan.Sumberdaya ini terbentuk dari proses geologi jutaan tahun lalu. Di saat cadangan di suatu tempat sudah benar-benar habis, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menambah cadangan tersebut. Kita hanya bisa berusaha menemukan sumber-sumber cadangan baru di lokasi berbeda.
Selain itu, perlu diingat, tidak semua cadangan migas yang ditemukan bisa dimanfaatkan. Hanya yang cukup ekonomis untuk dikembangkan yang akan diangkat ke permukaan sampai menghasilkan pendapatan negara.

Cadangan minyak terbukti Indonesia per akhir 2013 berada pada posisi 3,46 miliar barel. Adapun menurut statistik energi dunia yang dipublikasikan oleh perusahaan minyak dunia BP, cadangan minyak terbukti kita sekitar 3,7 miliar barel. Dengan tingkat cadangan itu, Indonesia ditempatkan pada urutan ke 28 negaranegara penghasil minyak.Jumlah cadangan kita ternyata jauh di bawah Venezuela yang sebesar 298,3 miliar barel dan Arab Saudi dengan cadangan 265,9 miliar barel.

Meskipun ada negara lain yang posisinya di bawah Indonesia, tidak berarti negara itu lebih `miskin' cadangan minyak. Bisa jadi ia memiliki tingkat kesinambungan produksi yang lebih tinggi karena konsumsi minyaknya tidak sebesar Indonesia.

Saat ini Indonesia memproduksi sekitar 800 ribu barel per hari.Bandingkan dengan dua negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia yaitu Venezuela yang memproduksi 2,73 juta barel per hari, dan Arab Saudi memproduksi sekitar 11,53 juta barel per hari.

Apabila tingkat produksi tiap negara tersebut dibandingkan dengan cadangan terbukti, akan terlihat bahwa laju pengurasan minyak di Indonesia jauh lebih tinggi dari negara-negara pemilik cadangan paling besar di dunia.Komitmen tinggi Dengan asumsi tingkat produksi berada pada kisaran saat ini dan tidak ada penemuan cadangan minyak baru, cadangan minyak Indonesia diperkirakan akan habis sekitar 11 tahun ke depan.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan di tengah kondisi seperti ini? Hal yang harus digarisbawahi adalah produksi minyak tidak akan bertambah tanpa eksplorasi. Jadi, fokus penting saat ini adalah bagaimana melakukan eksplorasi secara agresif dan masif.Ini perlu dukungan semua pihak karena banyak kewenangan yang terkait kelancaran eksplorasi berada pada banyak instansi di luar industri hulu migas.

Selain itu, dibutuhkan kontraktor KKS yang memiliki komitmen yang tinggi serta kemampuan teknis dan nansial yang tangguh. Syarat-syarat ini mutlak diperlukan jika kita ingin benar-benar meningkatkan cadangan minyak kita.

Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Craig Stewart telah meminta pemerintah untuk menarik investor yang baik dan kompeten di bidangnya dengan menciptakan iklim investasi yang baik dan proses persetujuan proyek yang esien. “Meningkatkan pasokan energi migas melalui eksplorasi dan optimalisasi produksi juga memerlukan kejelasan, kepastian dan konsistensi peraturan serta skema skal yang menarik,“ tuturnya.

Di sisi lain Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menegaskan akan melakukan pembenahan sistem dalam pengelolaan industri hulu migas.

Bisnis hulu migas dengan transaksi triliunan rupiah per tahun dan melibatkan 300 kontraktor KKS serta 1.500 perusahaan jasa pendukungnya, menurut Amien, memerlukan kepastian usaha, kecepatan, dan kesederhanaan proses.Pada gilirannya itu akan mendorong eksplorasi untuk peningkatan produksi. (E-25) Media Indonesia, 22/12/2014 halaman 16