Google Adsense

Guru Mesti Tumbuhkan Budaya Membaca Siswa

Selasa, 13 Januari 2015

SEKOLAH mesti menjadi salah satu pusat pembudayaan dalam menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan membaca. Karena itu, guru memiliki peranan utama di lingkungan sekolah untuk mendorong para siswa mereka menggiatkan budaya membaca.

“Dibutuhkan sosok guru yang bisa mewujudkan proses belajar dan membentuk siswa aktif (active learning). Caranya dengan mengutamakan budaya dan keterampilan membaca,'' ujar pemerhati pendidikan M Abduh Zen saat berbicara pada acara Refleksi Akhir Tahun Ikatan

Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta yang bertema Budaya membaca menuju Indonesia unggul, di Jakarta, kemarin.
Artinya, kata dia, guru yang profesional ialah guru yang mampu membangun budaya membaca di sekolah. Bila diibaratkan, seperti dua sisi mata uang yakni ada hubungan erat antara budaya membaca dan proses kebudayaan.

“Dalam lintasan sejarah dan kemajuan peradaban, misalnya, ditandai kemampuan membaca. Ayat dalam Alquran bagi muslim, misalnya, memerintahkan ma nusia untuk iqra atau membaca.'' Pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa Ki Darmaningtyas menyatakan perlu ada ketentuan formal dari pemerintah untuk memaksa murid membaca jumlah buku tertentu.

Ia membandingkan negara lain seperti di Thailand Selatan murid-murid minimal membaca 5 judul buku, Malaysia dan Singapura 6 buku, Brunei Darussalam 7 buku, Rusia 12 buku, dan Amerika Serikat 32 buku. “Saat ini pas waktunya agar Mendikbud Anies Baswedan membuat regulasi tentang urgensi wajib membaca buku di tingkat SD sampai SMA.'' Sastrawan Sapardi Djoko Damono mengingatkan agar penerbit juga lebih cerdas dalam memilih, memproses, dan menyebarkan buku yang bisa mendukung budaya membaca di sekolah.

Terkait permintaan itu, Ketua Ikapi DKI Afrizal Sinaro menyatakan penerbit terus berupaya mendukung budaya membaca di sekolah. “Namun, guru memang perlu mengondisikan kegiatan membaca di sekolah. Misalnya guru menjadi teladan bagi siswa dalam membaca buku per hari,“ ucapnya. (Bay/H-2) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 14