Google Adsense

Draf Keppres AG belum Final

Selasa, 13 Januari 2015

Keppres dibutuhkan agar segala persiapan yang akan dilakukan memiliki payung hukum. Dukungan pemerintah mutlak dibutuhkan. BELUM terbitnya kepu tusan presiden (kep pres) mengenai penyelenggaraan Asian Games (AG) 2018 disebabkan masih perlunya sejumlah perbaikan dalam draf yang saat ini ada di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Alfitra Salam yang ikut rapat di Kemenko PMK pekan lalu mengungkapkan salah satu perbaikan yang mesti diakomodasi dalam draf tersebut ialah permintaan sejumlah pihak yang ingin masuk kepanitiaan.

“Program Indonesia Emas (terdiri atas dewan pelaksana dan satuan pelaksana) minta ikut didudukkan dalam kepanitiaan. Menurut mereka, kesuksesan Asian Games 2018 juga berkaitan dengan pembinaan atlet yang berada di bawah mereka,“ ujar Alfitra kemarin di Jakarta.

Meski masih banyak perdebatan mengenai draf keppres, Alfitra mengatakan sudah menyiapkan sejumlah rencana cadangan agar keppres terbit tepat waktu. Pekan depan rapat koordinasi serupa akan kembali digelar di Kemenko PMK.

Belum terbitnya keppres membuat Kemenpora juga belum bisa memprediksi kebutuhan dana penyelenggaraan AG 2018. Saat ini, Kemenpora baru menyiapkan dana Rp2 miliar yang akan diajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

“Itu hanya untuk kelembagaan panitia. Kalau terkait prioritas fasilitas venue yang akan diperbaiki, kami belum bisa memberikan pandangan karena sampai saat ini belum diputuskan cabang olahraga apa saja yang akan diper tandingkan. Jadi kami masih menunggu perincian cabang olahraga yang dipertandingkan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI),“ tuturnya Verifikasi Terpisah, anggota tim seleksi cabang olahraga AG 2018, Djoko Pramono, mengatakan pihaknya bersama dengan KOI masih memverifikasi tujuh cabang olahraga yang akan memenuhi hak prerogatif Indonesia sebagai tuan rumah.

Ketujuh cabang olahraga yang menjalani verifikasi itu ialah sepatu roda, panjat tebing, jet ski, perahu naga, angkat berat, paralayang, dan renang sirip. Di samping ketujuh cabang itu, sejumlah cabang secara terang-terangan meminta diikutsertakan ke AG 2018 karena mampu menjanjikan banyak medali. Salah satunya ialah bridge.

“Sekarang tim kecil sedang melakukan verifikasi untuk menentukan dua cabang unggulan apa yang akan kita pilih.Ini di samping pencak silat yang sudah pasti dipertandingkan di AG 2018,“ ujar Djoko.

Sementara itu, akhir pekan ini delegasi Komite Olimpiade Asia (OCA) dijadwalkan berkunjung ke Tanah Air untuk melihat perkembangan persiapan Indonesia menjadi tuan rumah AG 2018. Delegasi OCA akan melakukan kunjungan ke Jakarta, Sumatra Selatan, dan Jawa Barat untuk melihat secara langsung persiapan Indonesia. (R-2) Media Indonesia, 17/12/2014, halaman 26