Google Adsense

Tugas Berat Menanti Menpora

Rabu, 29 Oktober 2014

Penyelesaian `konflik' KOI dan KONI menjadi salah satu tugas besar yang menanti Menpora Imam Nahrawi. Sebagai menpora, Imam dituntut mencari solusi terbaik soal anggaran olahraga. Tidak bisa dimungkiri, masalah dana menjadi kendala dalam peningkatan prestasi.

SEABREK tugas menan ti Imam Nahrowi yang dipercaya Presi den Joko Widodo mengemban tugas sebagai menteri pemuda dan olahra ga. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dituntut membuat terobosan baru untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia yang terus merosot.

Demikian benang merah berbagai harapan kalangan dunia olahraga Indonesia yang dihimpun kemarin. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo berharap Imam mampu membuat kebijakan agar berbagai kendala yang melingkupi du nia olahraga Indonesia dapat segera teratasi.

“Kami mendukung penuh program beliau, apalagi soal persiapan Asian Games 2018. Kami juga siap berkomunikasi dan berkoordinasi,” kata Rita. Rita juga berharap Imam mampu memperjuangkan kesejahteraan atlet yang telah membela nama Indonesia. Pernyataan Rita itu didukung atlet lompat jauh putri Maria Londa.

“Semoga menpora yang baru bisa lebih memperhatikan masa depan pelatih dan atlet. Selain itu, fasilitas yang ada di daerah-daerah terpencil diharapkan lebih merata,” ujar peraih emas di Asian Games 2014 Incheon itu. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sandiaga S Uno menyatakan saat ini insan olahraga menunggu kebijakan menpora baru. Indonesia akan dihadapkan dengan dua agenda besar olahraga internasional, yaitu SEA Games 2015 dan 2017, serta Asian Games 2018 yang akan dilangsungkan Indonesia.

“Kebijakan mengenai SEA Games 2015, termasuk soal pendanaannya sangat ditunggu insan olahraga Indonesia. Begitu pula dengan rencana renovasi sejumlah venue untuk Asian Games 2018 yang harus segara dimulai. Salah satunya kolam renang di Senayan yang harus diperbaiki,” kata Sandiaga.

Imam mengatakan akan menggandeng semua pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi segala macam persoalan yang ada. “Kami akan membedah segala persoalan dan mencari akar persoalan. Kalau sudah seperti itu, nanti akan ada metode dan solusi dari permasalahan tersebut,“ ujarnya.Soal anggaran Sebagai menpora, Imam juga dituntut mencari solusi terbaik soal anggaran dunia olahraga. Tidak bisa dimungkiri, masalah dana menjadi ken dala besar dalam peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan PP PBSI Basri Yusuf mengatakan masalah anggaran terkait dengan pembinaan atlet jangka panjang. “Ini berkaitan dengan penerapan sport science dan infrastruktur dan perlu biaya besar,“ katanya. Terkait dengan pendanaan, Imam mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Menurutnya, dari komunikasi itu, akan ada dukungan dalam pendanaan olahraga Indonesia. “Kita akan coba lakukan sesu atu dalam APBN perubahan,“ tandas Imam. (Gnr/ R-2) Media Indonesia, 28/10/2014, Halaman : 26