Google Adsense

Pejabat Harus Keruk Selokan

Rabu, 29 Oktober 2014

Hujan mulai mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang. Dalam menghadapi ancaman banjir, Jakarta mulai melakukan berbagai antisipasi. BENCANA banjir yang kerap melanda Jakarta bukan hanya karena curah hujan tinggi atau air kiriman.Drainase yang tidak optimal juga bisa menimbulkan banjir meski hujan hanya sebentar karena air tidak tertampung dan menggenangi sekitarnya.

Untuk mengantisipasi bencana itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menginstruksikan kepada pejabat di lima wilayah kota madya dari wali kota sampai camat dan lurah agar turun tangan membersihkan selokan di lingkungan permukiman.

Menurut Ahok, pembersihan selokan atau saluran air harus dilakukan sebelum musim hujan tiba yang biasanya mulai terjadi pada November dan Desember.

“Persiapan mengantisipasi banjir yang gede-gede urusan kami, Dinas PU (Pekerjaan Umum) dan suku dinas. Utuk persiapan yang kecil-kecil, saya minta wali kota, camat, dan lurah untuk turun langsung,“ kata Ahok di Balai Kota, kemarin. Menurutnya, pembersihan saluran air di permukiman warga merupakan tanggung jawab bersama pemerintah setempat dengan masyarakatnya karena tempatnya sempit.

Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu juga tetap meminta semua wali kota, camat, dan lurah terus mengawasi saluran yang telah dibersihkan. Sebab, ujarnya, ada selokan yang posisinya lebih redah daripada sungai sehingga perlu dipasang pompa untuk mengalirkan air selokan ke sungai.

“Yang juga harus diperhatikan, ada selokan yang posisinya miring (lebih tinggi daripada sungai) sehingga harus dipasang pompa (untuk) mengalirkan air selokan ke sungai,“ kata Ahok.

Pada bagian lain, Plt Gubernur mengeluhkan lambatnya Dinas PU membangun turap (dinding sungai) dan masih diterapkannya sistem tender pengadaan alat berat. Menurutnya, seharusnya Dinas PU tidak perlu membuang waktu dan biaya hanya untuk proses lelang, tetapi mengalihkan pengadaan melalui ecatalog. Dengan demikian, ujarnya, alat berat dapat langsung dibeli dan tidak perlu menunggu perusahaan pemenang tender membeli alat berat untuk mengeruk sungai.Dipenuhi sampah Sementara itu, untuk mengantisipasi banjir di Jakarta Timur, Suku Dinas PU Tata Air setempat mengeruk 42 titik saluran air di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.Saluran air yang dikeruk di antaranya di Jalan Rusun Komarudin, Jalan Condet Raya, sekitar SMP 258, SMP 135, Jalan Wijaya Kusuma, dan di kawasan Cipayung. Kondisi saluran air di daerah tersebut kerap dipenuhi sampah dan lumpur.

Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur Henry Dunant mengatakan pengerukan di 42 titik menjadi prioritas lantaran saluran itu berada di kawasan rawan genangan. “Kami harap dengan dilakukan pengerukan, pada musim penghujan nanti genangan air akan berkurang,“ tuturnya.

Ia menyebutkan, panjang saluran air yang dikeruk ialah 500 hingga 1.000 meter dengan lebar rata-rata 2 meter. Kondisi saluran air tersebut dangkal, yakni hanya tinggal 40-50 sentimeter, akibat dipenuhi tumpukan sampah. Padahal kedalaman normal saluran air berkisar antara 80-100 cm. Henry menargetkan pengerukan saluran air itu rampung pertengahan Desember mendatang. (AF/J-3) Media Indonesia, 28/10/2014, Halaman : 9