Google Adsense

Pampang Bunga dan Jaminan

Senin, 27 Oktober 2014

PETUGAS lapangan Bank Prekreditan Rakyat (BPR) Arthasraya Sejahtera, sejak Juni 2014 memang telah berhenti mendatangi Dadang Hendriansah, 40, pedagang ikan laut serta para penjaja aneka produk di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Namun, kantor BPR Nusamba Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, uang terus berputar.

Upaya BPR itu meraih kepercayaan serta berkontribusi pada kehidupan masyarakat di sana, termasuk para pebisnis UKM, juga dilakukan melalui web-nya. Aneka jenis jasa yang mereka tawarkan hingga kiat-kiat mengelola keuangan, dipaparkan tuntas di sana.

Namun, yang paling istimewa dan sukses menjaring kepercayaan nasabah adalah kotak bergaris-garis kuning bertuliskan bunga yang diberikan BPR Nusamba Pecangaan yang paling pol 8 persen serta angka bunga yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 10,25 persen
Puji Riyanto, Direktur Utama BPR Nusamba Pecangaan mengungkapkan, upaya membuka informasi itu dilakukan untuk memupuk kepercayaan nasabah pada BPR yang tergabung dalam Nusamba Grup itu.

“Sebenarnya, keistimewaan kami adalah kedekatan dengan nasabah yang mayoritas para pengusaha UKM, terutama pedagang. Mereka didatangi langsung oleh petugas, sehingga kepercayaannya tinggi, tapi ketika LPS memperkuat jaminan itu, kami makin terbantu,“ kata Puji.

Buah kerja dalam mengayomi nasabah dan merawat kepercayaan itu yakni membesarnya dana simpanan hingga Rp19,9 miliar.

“Karena kami terdaftar dan punya izin resmi, membayar premi, nasabah tak perlu takut.Jaminan serupa diberikan bank, namun mungkin pendekatan kekeluargaan yang berbeda membuat sebagian nasabah lebih nyaman berinteraksi dengan BPR, meminjam persyaratannya lebih mudah, menabung apalagi,“ kata Puji.Cetakan cepat Korelasi antara BPR, LPS, dan nasabah juga mengikat Al Imron, pemilik CV Graha Multi Kreasi, yang bergerak di bidang percetakan dan pembuatan suvenir seminar.
Al mengaku menjadi nasabah karena mendapat dana segar, namun ia pun memiliki simpanan di sebuah BPR di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

“Ketika order besar masuk, dana dibutuhkan, untuk kebutuhan jangka pendek, BPR membantu. begitu pula ketika ada dana lebih, kami alokasikan di sana,“ kata Al.

Al yang mengaku menomorsatukan kecepatan selain kualitas, optimistis bisnisnya kian moncer.“Sederhananya, semua kantor pasti butuh jasa cetakan, sedikit atau banyak,“ kata Al yang punya strategi menyetor pesanan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Bisnis Al kian cepat, dana berputar dan kepercayaan pada perbankan pun menguat.(Zat/M-2) Media Indonesia, 25/10/2014, Halaman : 15