Google Adsense

EKONOMI NASIONAL Koperasi Butuh Bantuan Modal

Kamis, 30 Oktober 2014

KOPERASI dinilai bisa menjadi `penyelamat' keluarga miskin untuk mendapatkan modal usaha dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, sayang, hingga kini kegiatan ekonomi kerakyatan berdasar asas kekeluargaan itu masih menghadapi masalah permodalan. Karena itu, bantu an pemerintah diperlukan.

Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Subiakto Tjakrawerdaja mengatakan puluhan juta keluarga yang masih terjerat oleh kemiskin an menjadi tantangan berat bangsa.

“Nah, salah satu solusi yaitu didorong untuk berkoperasi. Koperasi ini harus dibangun lagi secara besar-besaran, tidak cukup hanya koperasi, tetapi juga perusahaan negara (BUMN) diminta untuk membantu koperasi, terutama dalam permodalan,“ ujar Subiakto dalam acara peluncuran dan bedah buku Koperasi Indonesia, Konsep Pembangunan Politik Ekonomi di Auditorium Universitas Trilogi, Jakarta, kemarin.

Selain BUMN, bank milik negara diharapkan memberikan akses permodalan bagi koperasi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin ini. “Selain bank, terdapat juga peran Bulog (Badan Urusan Logistik). Bulog itu bertugas untuk melindungi petani sebab kebutuhan pangan ialah permasalahan penting yang harus diperhatikan,“ cetusnya.

Ia menyarankan Kementerian Koperasi kembali membangun koperasi di perdesaan. Menurutnya, koperasi unit desa (KUD) harus diberdayakan kembali. Saat ini jumlah keluarga miskin paling banyak berada di daerah perdesaan. Selain itu, Subiakto berharap Presiden Jokowi dapat menginstruksikan agar perusahan negara membantu koperasi.

Pada kesempatan yang sama, pengamat politik Yudi Latief memandang pembangunan koperasi bisa menjadi salah satu senjata Indonesia melawan arus kapitalisme global yang menyebabkan kesenjangan kesejahteraan makin melebar. “Pembangunan koperasi, ekonomi kerakyatan, atau ekonomi Pancasila yang berkeadilan dapat mengurangi keluarga miskin,“ tandasnya.(Ids/E-6) Media Indonesia, 29/10/2014, Halaman : 18