Google Adsense

Hujan Datang, Sukabumi masih Krisis Air

Rabu, 22 Oktober 2014

SEJUMLAH warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengaku masih kesulitan mendapatkan air bersih meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan sudah mulai turun. Hujan turun dengan intensitas rendah dan tidak merata di wilayah Sukabumi. Itu membuat krisis air bersih belum berakhir.

“Hujan memang sudah turun di beberapa wilayah di desa kami,” kata Edeh, Kepala Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi masih disibukkan menanggulangi masalah kekeringan meskipun hujan mulai turun. Berdasarkan pendataan, kekeringan dialami sembilan kecamatan.

“Hujan memang sempat turun, tetapi tidak merata di semua wilayah. Masih ada daerah yang krisis air,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi Andi Kusnadi saat ditemui di Pendopo Kabupaten Sukabumi, kemarin. Andi menyebutkan kesembilan kecamatan yang dilanda krisis air antara lain Kecamatan Bantargadung, Purabaya, Pabuaran, dan Cibitung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Hendra Resmanda, kemarin, mengaku ada tiga kecamatan di wilayahnya yang diwaspadai berpotensi rawan bencana alam, yaitu Baros, Gu nungpuyuh, dan Cikole. Ketiga daerah itu rawan bencana karena kondisi tanah yang labil.

“Imbauan sudah kami lakukan kepada aparatur setempat agar waspada menghadapi musim hujan kali ini,” kata Hendra. Kewaspadaan terhadap bencana saat awal musim hujan juga diungkapkan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap, Jawa Tengah. Pasalnya, di wilayah Jateng bagian selatan seperti Banyumas dan Cilacap amat mungkin terjadi angin puting beliung.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo, kemarin, mengungkapkan pada dasarian kedua Oktober di sejumlah tempat sudah mulai turun hujan meski belum merata. “Awal musim penghujan berpotensi munculnya angin puting beliung.

Apalagi kalau suhu pada siang hari panas dan terik,” jelas Teguh. Untuk mengantisipasi musim hujan, Pemkab Buleleng, Bali, menyusun
langkah preventif dengan memetakan daerah aliran sungai yang dinilai rawan bencana.
Terkait rencana itu, Bupati Putu Agus Suradnyana, kemarin, mengumpulkan Kepala BPBD Buleleng, Kepala Dinas PU, serta camat dari empat wilayah yakni Sukasada, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. (BB/LD/RS/N-2) Sumber : Media Indonesia, 21/10/2014, Halaman : 12