Google Adsense

Tumpukan Sampah di Pesanggrahan Jakarta Barat

Minggu, 19 Oktober 2014

Pada Jumat (17/10) saya melewati jembatan dari Srengseng menuju Jalan Pesanggrahan, Jakarta Barat.Saat itu baru pukul 06.0007.00 WIB. Saya biasa lewat di jalan tersebut, bahkan hampir setiap hari berangkat dan pulang kantor.

Namun, alangkah kagetnya saya ketika lewat jalan tersebut pada pagi hari, karena ada tumpukan sampah menggunung di sisi kiri bawah jembatan menuju Jalan Pesanggrahan. Tumpukan sampah yang lumayan tinggi dan menyebar cukup banyak itu berada di pinggir Jalan Pesanggrahan di samping jembatan dari arah Srengseng.

Saya benar-benar kaget dengan pemandangan tersebut. Bukan hanya sangat mengganggu, tumpukan sampah itu benar-benar berada di persimpangan jalan. Antara Jalan Pesanggrahan dari kolong jembatan dan dari Srengseng menuju Pesanggrahan, serta jalan bercabang yang menuju jembatan ke Srengseng dan ke pinggir Tol Kebon Jeruk. Artinya, tumpukan sampah itu sangat jelas terlihat dari semua jalan tersebut. Kalau pagi menggunung, siang berkurang dan sore kembali lagi menjadi tumpukan yang cukup tinggi.

Saya tidak mengerti kenapa tempat itu dijadikan lokasi pembuangan sampah. Itu sudah jelas sangat mengganggu pemandangan dan kebersihan kota karena lokasinya di simpang jalan. Anehnya lagi, kalaupun tempat itu dijadikan lokasi penampungan sementara sampah, mengapa tidak ada kotak penampungan untuk sampah tersebut ?

Kondisi sampah itu berceceran dan memenuhi sisi jalan samping jembatan, serta sangat merusak pemandangan Jakarta Barat. Memang, saat itu saya sempat melihat ada petugas kebersihan yang mengangkutnya. Namun, tetap saja itu tidak bisa membersihkan lokasi itu dari sampah. Lokasi tersebut telah lama menjadi tempat penampungan sampah.

Saya berharap ada solusi untuk tempat penampungan sampah tersebut. Menjadikan sisi jalan sebagai tempat penampungan sampah benarbenar merusak pemandangan. Sediakanlah kotak sampah besar dan tidak membiarkan sampah menggunung berceceran di sisi jalan yang merusak pemandangan kota. Sumber : Media Indonesia, 18/10/2014, Halaman : 20