Google Adsense

TNI-AL Menuju Kelas Dunia

Kamis, 30 Oktober 2014

Untuk menjadi angkatan laut kelas dunia, TNIAL harus mengefektifkan pengamanan di laut. Hal itu perlu didukung alutsista yang memadai. TNI Angkatan Laut RI menyatakan komit mennya untuk me jadi angkatan laut kelas dunia. Langkah itu penting, karena Indonesia merupakan negara maritim.

Untuk mencapai hal tersebut, TNI-AL terus berupaya meningkatkan kualitasnya. Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir ketika mengunjungi Media Group, Selasa (28/10).

“Komitmen ini seiring dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan In donesia sebagai poros maritim dunia,“ ujarnya.

Sejumlah upaya, kata dia, dilakukan TNI-AL untuk mencapai tujuan tersebut. Mulai dari pembenahan operasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan berbagai pembenahan di sektor-sektor lainnya.

Untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, TNIAL banyak mengirim perwira terbaiknya untuk menempuh pendidikan S-2 dan S-3 di luar negeri. Upaya tersebut diharap kan dapat memperkaya wawasan para perwira, terutama di luar kemiliteran.

“Kita banyak mengirim perwira kita ke dalam dan luar negeri untuk mengambil ilmu akademis yang mendukung kemampuan ketentaraan seperti ke AS dan Australia.“

Menurut Manahan, pengakuan terhadap TNI-AL sebagai angkatan laut kelas dunia datang dari berbagai pihak.Termasuk dari angkatan laut Amerika Serikat. “Karena keterlibatan TNI-AL di berbagai kegiatan kelautan seperti di Libanon, Australia, dan negara lainnya,“ tuturnya.

Pemenuhan alutsista
Ia menjelaskan lebih lanjut, tren yang terjadi di Indonesia saat ini telah bergeser ke sektor maritim. Hal itu mengharuskan TNI-AL lebih mengefektifkan pengamanan di laut. Karena itu, TNI-AL juga berupaya memenuhi standar minimum kebutuhan dan kelayakan alat utama sistem persenjataan TNIAL hingga 2026. “TNI-AL berharap pemenuhan alutsista yang telah dipelopori mantan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat diteruskan,“ tuturnya. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan akan fokus pada peningkatan dan pemeliharaan kemampuan sumber daya manusia di bidang pertahanan.“Kita harus lebih solid, harus lebih tangguh. Alutsista juga harus lebih modern.“ Untuk itu, kata dia, diperlukan kecakapan sumber daya manusia dalam pengoperasian berbagai alutsista. “Kalau kita beli alutsista macam-macam, tapi yang mengawakinya itu tidak profesional, tidak ada gunanya,“ katanya.

Dalam pertemuan dengan Media Group tersebut, Manahan mengatakan TNI-AL ju ga mengharapkan partisipasi media, khususnya Media Group, dalam mencapai tujuan tersebut.
“Tidak mudah untuk mencapai tujuan. Hal terpenting, kami harus bersahabat dengan media. Agar upaya yang kami lakukan dapat diketahui masyarakat,“ ujarnya.

Dalam merespons keinginan itu, Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan Media Group, menghormati tradisi TNI-AL yang membangun komunikasi dengan media. “Kami tidak mencari-cari kesalahan. Kalau suatu organisasi sudah baik, tentu juga diapresiasi. Harapan kami, bangunan komunikasi ini bisa terus dilanjutkan. Kami apresiasi sekali.Ini yang kita dambakan TNI transparan dan akuntabel,“ tukasnya. (P-4) Media Indonesia, 29/10/2014, Halaman : 6