Google Adsense

Tasikmalaya bakal Genjot Infrastruktur

Selasa, 21 Oktober 2014

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya bakal menggenjot pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan. Pasalnya, pembangunan jalan masih belum memadai dan merata ke seluruh wilayah. “Kualitas jalan dan rambu-rambu lalu lintas masih terlihat kurang,“ ujar Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, kemarin.

Belum memadainya infrastruktur, menurut Budi, juga terkait dengan penyediaan air bersih dan sektor pertanian seperti irigasi. Wali Kota Tasikmalaya juga menegaskan pihaknya bakal terus me ningkatkan sumber daya manusia terkait dengan upaya pembangunan pendidikan dan kesehatan.

“Tingkat pendidikan masih rendah.Rata-rata lama sekolah baru mencapai 9,1 artinya rata-rata pendidikan baru sampai tingkat SMP. Selain itu, dari sisi kesehatan sederajat masyarakat masih kurang. Angka harapan hidup juga belum optimal,“ ungkapnya.
Selain itu, pembangunan tata ruang, permukiman, dan lingkungan bakal digenjot. Sejumlah lahan produktif, misalnya, dialihfungsikan. Perkembangan penduduk yang pesat juga belum diimbangi dengan tingkat kesejahteraan sehingga masih ada rumah yang tidak layak huni, permukiman ku muh, sanitasi buruk, dan lemahnya pelayanan.

Hal lain yang juga diutamakan ialah mendongkrak pendapatan dan daya beli masyarakat. Budi menyebutkan daya beli masyarakat saat ini baru sebesar Rp631.750 per bulan per kapita, sedangkan PDRB berada di posisi Rp6.372.651,87 dan angka IPM ada di 74,82.
Budi menambahkan pihaknya juga bakal terus meningkatkan pembangunan tata kelola pemerintah. Selama ini, roda pemerintahan belum bisa berjalan efektif, efisien, proporsional, dan profesional. Yang tak kalah penting, kata dia, ialah pembangunan penanggulangan kemiskinan. Angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya pada 2011 mencapai 19,89%.Padahal, sesuai target MDGs dan RPJMN 2009-2014 harus ada pada kisaran 8%-10% pada 2014.

Menurut Wali Kota, pembangunan tata nilai kebudayaan daerah juga tidak akan dilupakan. Moral, tata nilai, kesalehan sosial, dan akhlak masyarakat mengalami penurunan. Apresiasi ketahanan oleh masyarakat relatif rendah sebagai akibat imbasnya perubahan global sehingga hal itu perlu menjadi perhatian pembangunan pemerintah. (AD/EM/N-1) Sumber : Media Indonesia, 20/10/2014, Halaman : 34