Google Adsense

Bio Farma Kembangkan Batik Pakidulan

Minggu, 26 Oktober 2014

KESEMPATAN datang saat Aliyudin Firdaus membutuhkan. Perajin batik pakidulan asal Desa Taman Jaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu tengah membutuhkan pasar bagi produk kerajinannya. Berkat uluran tangan PT Bio Farma, perusahaan BUMN produsen vaksin, Aliyudin bisa melebarkan sayap usahanya.Pertengahan Oktober lalu, ia bisa memamerkan hasil karyanya, batik pakidulan di Jakarta Trade Expo.

“Saya senang sekali bisa ikut pameran. Di pameran ini saya membawa tiga motif batik Pakidulan,“ tutur Aliyudin. Stan pameran mitra binaan PT Bio Farma, saat itu, mampu menarik perhatian pembeli internasional. R Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma pun mengaku menjadi orang yang paling berbahagia pada gelaran itu. Ia menuturkan Bio Farma memiliki banyak keahlian di bidang green concern, seperti pengelolaan air, udara, pengolahan limbah dan lingkungan.Keunggulan itulah yang terusmenerus ditularkan kepada mitra binaan.

“Batik pakidulan adalah binaan kami yang terbaru. Sebelumnya, Bio Farma membina pembudidayaan ikan koi mizumi, dengan teknologi biosecure,“ ungkapnya. Batik pakidulan merupakan produk batik ramah lingkungan, yang telah menerapkan green process, pewarna ramah lingkungan dengan teknologi nano. Produk ini sedang dalam proses pendaftaran hak cipta ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Motif batik pakidulan terinspirasi dari keindahan dan eksotisme pesona alam, keanekaragaman hayati, dan budaya di kawasan Geopark Ciletuh, di Desa Taman Jaya ini.

Ada tiga motif yang jadi andalannya. “Kami berharap batik pakidulan dapat turut serta mewarnai dan melengkapi koleksi batik Indonesia. Apalagi dengan keunggulan dan memiliki hak cipta, sehingga hasil karya ini mendapat apresiasi dan mendapat perlindungan,“ tambah N Nurlaela, Kabag Corporate Communications PT Bio Farma. (BB/N-3) Media Indonesia, 24/10/2014, Halaman : 11