Google Adsense

Beasiswa untuk Memajukan Pertanian

Minggu, 26 Oktober 2014

Mereka dididik bukan untuk menjadi petani tradisional, melainkan agar mereka bisa mengembangkan teknologi penunjang sektor pertanian dan perkebunan.

DIREKTORAT Pembinaan Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK) Pendidikan Menengah Kemendikbud akan memberikan beasiswa kepada peserta didik SMK jurusan pertanian sebesar Rp1 juta per tahun.Kebijakan itu diambil untuk mendorong siswa bersekolah di jurusan pertanian.
“Semua siswa SMK pertanian mendapat beasiswa Rp1 juta di luar BOS (dana bantuan operasional sekolah),“ kata Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Mustagfirin Amin, di Jakarta, Rabu (22/10).

Ia menjelaskan program yang akan dilakukan mulai 2015 itu diharapkan makin meningkatkan minat siswa lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan di SMK jurusan pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian di Indonesia dapat terus dikembangkan.

“Perlu diingat, sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah pertanian dan perkebunan,“ ujarnya. Kendati begitu, lanjutnya, bukan berarti siswa di SMK jurusan pertanian menyiapkan mereka menjadi petani.Mereka disiapkan untuk memajukan teknologi yang menunjang sektor pertanian.Untuk itu, pihaknya juga berharap agar sekolah-sekolah itu memiliki jaringan dengan industri yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan.

“Mereka bukan kita didik untuk menjadi petani tradisional, melainkan bagaimana mereka nantinya bisa mengembangkan teknologi yang menunjang pertanian dan perkebunan,“ cetusnya.

Ia menambahkan, jumlah SMK pertanian di seluruh Indonesia ada 300 sekolah.Jumlah siswanya sekitar 220 ribu.Sertifikasi Pada kesempatan itu Mustagfirin juga menjelaskan, semua lulusan SMK jurusan kelautan dan perikanan akan mendapat sertifikat internasional mulai tahun depan.“Supaya mereka bisa langsung bekerja di kapal dan melaut.“ Sertifikat itu nantinya dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Namun, untuk bisa mendapatkan sertifikat itu tidaklah mudah, sekolah dan siswa harus memenuhi persyaratan yang ketat.
Untuk itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “KKP punya fasilitas pelatihan. Jadi, SMK yang tidak punya tempat pelatihan bisa dibantu. Para lulusan tidak mungkin bisa ikut melaut kalau tidak punya ilmu-ilmu dan keterampilan kelautan,“ pungkasnya. (Bay/H-3) Media Indonesia, 24/10/2014, Halaman : 14