Google Adsense

Pedagang Beras Serbu Ngawi dan Madiun

Sabtu, 25 Oktober 2014

PEDAGANG beras luar daerah, dari Jawa Tengah dan Jawa Barat, kini ramai-ramai menyerbu hasil panenan padi musim kemarau di wilayah Kabupaten Madiun dan Ngawi, Jawa Timur. Mereka memborong hasil panenan di Madiun dan Ngawi karena di daerah mereka banyak petani gagal panen akibat bencana kemarau panjang.

“Dalam musim kemarau ini banyak petani di wilayah Caruban, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi berhasil panen. Namun, hasil panenan mereka banyak dibeli oleh pengusaha beras luar kota, seperti dari Solo, Semarang, dan Jawa Barat,“ kata Kepala Subdivre IV Madiun Hartono Jabar, kemarin. Para pengusaha beras luar daerah itu datang tidak hanya membeli beras.

Mereka juga ada yang membeli gabah (panen sawah) dan sistem ijon, yakni padi masih di lahan. Agar dianggap panen dilakukan di daerah mereka sendiri, para pengusaha itu sampai ada yang membawa gabah sekaligus batangnya.

Hartono Jabar mengatakan pedagang beras asal luar daerah itu berani membeli dengan harga tinggi. Beras dihargai Rp6.800-Rp7.000 per kilogram, sedangkan Bulog membeli beras sesuai HPP hanya Rp6.600/kg. Adapun harga beras kualitas premium Rp8.000-Rp9.000/kg.

Akibat serbuan itu, Subdivre IV Madiun gagal memenuhi target serapan beras. Dari target pengadaan beras mencapai 70 ribu ton, hanya tercapai 45 ribu ton. “Panenan padi di wilayah Kabupaten Madiun dan Ngawi setiap musim kemarau memang selalu diburu pedagang beras luar daerah karena kualitasnya sangat bagus,“ jelas Hartono.

Harga gabah yang tinggi juga terjadi di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Kasi Pelayanan Publik Bulog Subdivre Cirebon, Zaenal, kemarin menyatakan harga gabah kering giling (GKG) bahkan sudah dihargai Rp5.000/ kg. Padahal HPP untuk GKG hanya Rp3.350/kg di tingkat petani, Rp4.150/kg di tingkat penggilingan, dan Rp4.200/kg di gudang Bulog.

Namun, dia tidak khawatir dengan serapan yang minim.Pasalnya, stok Bulog Cirebon masih 51.220 ton, yang berarti mencukupi hingga sembilan bulan ke depan. (ST/UL/RS/N-2) Media Indonesia, 24/10/2014, Halaman : 11