Google Adsense

Kemendikbud Kebut Tata SMK

Selasa, 21 Oktober 2014

Dalam menyongsong MEA, mutu SMK harus terus ditingkatkan. Selain itu, idealnya jumlah SMK lebih banyak daripada SMA. EMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mempercepat pembenahan mutu sekolah menengah kejuruan (SMK). Langkah perbaikan itu dilakukan demi menyiapkan tenaga terampil siap pakai dalam menyambut datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.

“Upaya mencitrakan SMK ke publik sudah selesai. Kini saatnya meningkatkan mutu SMK guna mempersiapkan SDM yang unggul,” ujar Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud Achmad Jazidi, di Jakarta, kemarin. Menurut Achmad, ada tiga cara utama untuk memperbaiki SMK. Langkah pertama ialah melengkapi sarana dan prasarana, khususnya peralatan praktikum laboratorium.

Pembenahan peralatan praktik tidak hanya sebatas dilakukan di jurusan teknik, tetapi juga jurusan lain seperti perhotelan, tata busana, dan tata boga. Langkah kedua ialah dengan menciptakan sebanyak mungkin guru SMK yang produktif mengajar sesuai dengan bidang masing-masing. Saat ini, khususnya pada SMK di daerah, masih terjadi kekurangan guru. Selain itu, kebanyakan dari mereka tidak mengampu pelajaran sesuai bidangnya.

Guna memperbaiki mutu guru SMK itu, Kemendikbud telah melakukan upaya pemetaan sehingga masalah di setiap daerah telah terdata.Langkah pembenahan ketiga, lanjut dia, ialah mengikat kerja sama dengan industri. Dengan kerja sama tersebut dapat diketahui sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia industri.

Dengan demikian, lulusan SMK dapat banyak terserap di pasar kerja. jukan, SMK unggulan itu diberi tugas untuk membina 10-15 SMK di daerah masing-masing. Melalui model tersebut, guruguru di sekolah binaan dapat bermagang di SMK rujukan, melakukan pertukaran siswa, memanfaatkan laboratorium bersama, dan lain-lain.

”Adanya SMK rujukan diharapkan dapat mengangkat mutu SMK lai,” sebut Achmad. Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Asdy Narang, menyatakan dalam menghadapi MEA, selain mutu SMK ditingkatkan, jumlahnya juga harus lebih diperbanyak. Bahkan, lanjut dia, idealnya jumlah SMK lebih banyak daripada SMA. Oleh karena itu, lanjut dia, sudah tepat jika kebijakan Pendidikan Menengah Universal (PMU) tidak hanya menyasar pada SMA, tetapi juga SMK.

Dalam rangka PMU itu, pembangunan dan peningkatan mutu SMK terus digenjot. Berdasarkan data Kemendikud pada 2013, setiap tahun animo lulusan SLTP mendaftar di SMK meningkat 11%. Sayangnya penambahan daya tampung di SMK setiap tahun hanya 5%. Di lain hal, MEA merupakan kesepakatan negara-negara di kawasan ASEAN untuk membuka secara bebas tenaga kerja di sektor kesehatan, teknik, ekonomi, tenaga survei, dan pariwisata. (S-4) Sumber : Media Indonesia, 20/10/2014, Halaman : 36