Google Adsense

Laba PLN Naik Rp36,7 Triliun

Sabtu, 15 November 2014

Kenaikan pendapatan usaha juga didukung penaikan tarif tenaga listrik secara berkala. PT PLN (persero) meraih laba bersih sebesar Rp15,3 triliun pada periode Januari hingga September 2014, atau naik Rp36,7 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi Rp21,4 triliun.

Pencapaian itu berkat laba selisih kurs sebesar Rp2,4 triliun serta peningkatan penjualan ataupun efisiensi biaya. Adapun laba usaha PLN ialah Rp40,4 triliun pada tri wulan ketiga 2014 atau naik 37,1% (Rp10,9 triliun) bila dibandingkan dengan periode yang sama 2013 yang sebesar Rp29,5 triliun.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan pendapatan usaha perseroan sebesar Rp218,7 triliun pada periode Januari hingga September 2014 atau naik 18,4% (Rp34 triliun) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp184,7 triliun.

“Peningkatan disebabkan kenaikan volume penjualan tenaga listrik menjadi sebesar 146,8 terawatt hour (twh) hingga kuartal ketiga tahun ini atau naik 6,3% ketimbang volume penjualan pada periode yang sama di 2013 sebesar 138,2 twh,“ katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Kenaikan pendapatan usaha juga didukung oleh penaikan tarif tenaga listrik (TTL) secara berkala setiap dua bulan untuk golongan pelanggan I-3 (Tbk) dan I-4 sejak Mei 2014 lalu. Kenaikan TTL untuk enam golongan pelanggan lainnya sejak 1 Juli 2014 juga mendukung kenaikan pendapatan usaha.

“Total aset PLN sebesar Rp621,3 triliun pada triwulan ketiga 2014 atau meningkat 4,3% (Rp25,4 triliun) jika dibandingkan dengan total aset per 31 Desember 2013 sebesar Rp595,9 triliun,“ tuturnya. Beban usaha Di sisi lain, beban usaha PLN tercatat sebesar Rp178,3 triliun pada triwulan ketiga 2014 atau naik 14,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp155,2 triliun.

Peningkatan itu disebabkan kenaikan konsumsi dan kenaikan harga bahan bakar dan pelumas untuk memenuhi permintaan tenaga listrik pelanggan.

“Persentase kenaikan beban usaha lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian pendapatan usaha. Kondisi itu menunjukkan adanya upaya efisiensi yang dilakukan oleh PLN,“ katanya. Menurut Bambang, perseroan terus melakukan pengendalian terhadap beban usaha, khususnya biaya kepegawaian dan pemeliharaan yang merupakan controllable cost bagi perseroan.

Biaya kepegawaian dan biaya pemeliharaan mengalami penurunan masing-masing menjadi 99,4% dan 95,9% pada periode Januari-September 2014 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya efisiensi pada komponen biaya tersebut masing-masing sebesar Rp50 miliar dan Rp540 miliar.(E-3) Media Indonesia, 12/11/2014, halaman 19