Google Adsense

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak Jelang Ujian Sekolah

Sabtu, 29 November 2014

Daya tahan tubuh yang baik menjadi modal penting untuk bisa berpikir dan beraktivitas dengan nyaman.
UJIAN sekolah akan segera tiba.

Persiapan wajib dilakukan agar dapat mengerjakan soal-soal dengan baik. Saat belajar, otak mengonsumsi energi yang cukup banyak untuk dapat menyerap pelajaran dengan baik. Untuk itu, stamina tubuh yang prima diperlukan agar proses belajar berlangsung dengan baik. Kondisi tersebut bisa terjaga jika sistem imun tubuh bekerja dengan baik.

Dikutip dari laman kidshealth.org, sistem imun terdiri dari sel-sel khusus, protein, jaringan dan organ yang menjaga tubuh dari serangan kuman dan mikroorganisme lainnya setiap hari. Sel-sel khusus itu disebut sebagai sel darah putih atau leukosit. Leukosit ini diproduksi dan disimpan di beberapa tempat di seluruh tubuh, termasuk timus, limfa dan sumsum tulang belakang.
Keseluruhannya disebut sebagai organ limfoid.

Leukosit selanjutnya disirkulasi ke seluruh tubuh melalui organ-organ dan simpul-simpul yang tergabung dalam saluran limfatik.
Leukosit juga disirkulasi melalui pembuluh darah.

Dalam kasus ini, sistem imun bekerja di bawah koordinasi untuk memonitor kondisi tubuh dari serangan kuman atau material lainnya yang bisa menimbulkan masalah.

Terdapat dua tipe leukosit, yaitu fagosit dan limfosit. Fagosit adalah jenis sel yang memakan organisme asing yang masuk ke tubuh, sedangkan limfosit berperan untuk mengingat dan mengenali organisme asing yang pernah masuk dan membantu menghancurkannya.

Fagosit sendiri memiliki beberapa jenis sel yang berbeda. Yang paling umum disebut sebagai neutrofi l yang bertugas melawan bakteri. Ketika dokter mengkhawatirkan infeksi bakteri, mereka kadangkala melakukan tes darah untuk mengenali apakah terjadi peningkatan jumlah neutrofi l yang dipicu oleh infeksi.

Sedangkan, jenis fagosit lainnya bertugas untuk memastikan tubuh merespon secara tepat untuk jenis kuman yang spesifi k.
Sedangkan, limfosit memiliki dua jenis sel, yaitu limfosit B dan limfosit T.

Kedua jenis sel ini awalnya diproduksi di dalam sumsum tulang belakang. Jika sel tetap tinggal dan matang di tempat semula, limfosit itu akan berkembang menjadi sel B. Tapi jika sel tersebut meninggalkan tempat semula dan pindah ke kelenjar timus, sel tersebut akan menjadi sel T.

Kedua jenis sel tersebut memiliki cara kerja yang berbeda. Kerja sel B mirip seperti sistem intelijen militer yang mencari target mereka dan mengirimkan pasukan pelindung untuk mengunci benda asing yang masuk. Sementara sel T bekerja seperti prajurit yang menghancurkan penyusup segera setelah sistem intelijen mengidentifi kasi. Material asing yang menyusup ke tubuh itu dinamakan sebagai antigen.

Ketika antigen terdeteksi, sejumlah tipe sel bekerja bersama untuk mengenali dan merespon keberadaannya. Sel-sel itu memicu sel B untuk memproduksi antibodi.

Antibodi sendiri adalah protein yang dispesialiasi untuk mengunci antigen tertentu. Prinsip kerjanya seperti kunci dan anak kuncinya.

Antibodi juga dapat menetralisasi toksin yang diproduksi oleh beragam organisme. Antibodi dapat mengaktifkan sekelompok protein yang disebut komplemen yang juga bagian dari sistem imun.

Komplemen ini mengawal dalam proses membunuh bakteri, virus atau sel yang terinfeksi. Keseluruhan sel dan bagian sistem imun memberi perlindungan bagi tubuh melawan penyakit.

Proteksi inilah yang disebut imunitas. penghalang tubuh eksternal seperti kulit dan membran mukosa. Bila dinding penjaga ini rusak, kulit akan berusaha memperbaikinya secepat mungkin dan sel imun khusus yang terdapat di kulit menyerang kuman penyusup.
Tubuh juga memiliki proteksi khusus yang disebut imunitas adaptif.Jenis imunitas ini dibangun sepanjang hidup manusia.imunitas adaptif melibatkan limfosit dan dibangun saat anak-anak maupun orang dewasa terpapar penyakit atau melalui vaksinasi.

Jenis terakhir disebut imunitas pasif yang dipinjam dari sumber lain dan hanya bertahan dalam waktu sebentar. Contohnya adalah antibodi yang terkandung dalam air susu ibu. Antibodi tersebut dapat membantu bayi melawan infeksi selama awal-awal kelahiran. Kemampuan sel-sel tubuh menjaga sistem imunnya itu juga bisa dibantu dari luar. Disinilah antioksidan berperan. Zat tersebut terkandung dalam buahbuahan dan sayuran.Sayangnya, konsumsi jenis makanan tersebut seringkali tidak mencapai jumlah ideal.Kekurangan tersebut bisa diatasi dengan mengonsumsi suplemen.

PT Deltomed Laboratories menawarkan Antangin Junior yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada anak serta mencegah masuk angin.Produk tersebut mengandung ekstrak meniran sebagai kandungan utamanya.Tanaman herbal yang memiliki nama latin Phyllantus urinaria itu mengandung beragam senyawa aktif seperti flavonoid, terpenoid, benzenoid, lignan, filantin, tanin, niranti, filokrisina, vitamin C dan kalium.Senyawa aktif tersebut, utamanya flavonoid terbukti secara klinis mampu memelihara daya tahan tubuh.

Tidak hanya meniran, Antangin Junior juga mengandung madu yang berkhasiat untuk meningkatkan stamina dan mempercepat regenerasi sel.

Ada pula kandungan jahe yang mengandung senyawa aktif gingerol dan zingerona yang berguna untuk mengatasi mual dan kembung, memperlancar peredaran darah, analgesik, antioksidan dan antipiretik (penurun suhu tubuh).

Kandungan lainnya adalah daun mint. Tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan permen, parfum, makanan dan minuman ini mengandung menthol yang bermanfaat untuk meredakan kembung dan melegakan pernapasan. Selain itu, ada kandungan daun sembung yang mengandung minyak atsisi sineol, borneol dan tanin.Tanaman tersebut berguna sebagai analgesik, antipiretik, peningkat respon imum (imunostimulator) dan antikembung.

Bahan lain dalam Antangin Junior adalah temulawak. Jenis rempah yang dipercaya bisa meningkatkan nafsu makan pada anak ini berfungsi sebagai hepatoprotektor, meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh. Sedangkan, echinacea digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan common cold.Non-alkohol Antangin Junior mengandung bahan herbal alami 100% sehingga aman untuk dikonsumsi. Hal ini diperkuat dengan lulus uji toksisitas akut dan subkronis sehingga aman digunakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Produk non-alkohol ini tidak membuat kantuk sehingga mereka bisa tetap beraktivitas.

Produk itu dianjurkan untuk anak berusia 2 hingga 6 tahun sebagai bagian dari pencegahan maupun pengobatan. Untuk pencegahan, anak cukup meminum satu sachet saja untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan, dosis untuk pengobatan adalah 3x1 sachet per hari setelah makan hingga kondisinya membaik.

Bagaimanapun, mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati. Mengonsumsi Antangin Junior secara rutin bisa membantu persiapan ujian anak lebih baik karena daya tahan tubuhnya terjaga baik. (S-25) Media Indonesia, 26/11/2014, halaman 25