Google Adsense

Ibu Menteri Siap Bombardir Pencuri Ikan

Selasa, 11 November 2014

DENGAN terusan hitam dipadu syal batik warna cokelat, dan berkaca mata, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak kuasa untuk menyembunyikan kegeramannya tentang pencurian ikan (illegal fi shing) yang dilakukan kapal ikan asing di laut Indonesia. Dia siap menindak keras.

“Saya setuju kalau kapal-kapal itu ditindak keras. Kalau memang harus dibom, ya enggak apa-apa. Kalau perlu, saya sewa Susi Air buat ngelemparin granat dari atas,” ujar Susi Pudjiastuti saat Chief Editor Meeting di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, kemarin. Kontan susi mendapat aplus dari hadirin. Plok... plok! Selain itu, katanya, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah 2/3 laut dan menempati posisi nomor dua dengan lautan terpanjang di dunia. Namun, ironisnya bila melihat angka ekspor, perikanan Indonesia masih jauh di bawah Thailand dan Malaysia.

“Mestinya kita bisa menjadi nomor satu di ekspor ikan,” jelasnya yang disambut aplus membahana. Susi juga merasa risau dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk kapal-kapal penangkap ikan itu sangat kecil, misalnya dari pungutan pengusaha perikanan (P3) hanya Rp30 juta dari 30 gros ton. Di sisi lain, dia menyampaikan keadaan para nelayan kecil di perdesaan dan pelabuhan kecil, yang hanya 5-10 gros ton, tetapi mereka dipungut retribusi macam-macam karena di bawah kekuasaan pemerintah daerah.

Jika berlayar lebih dari 4 mil, mereka akan ditangkap karena tidak boleh. “Akhirnya, saya putuskan untuk menaikkan PNBP yang Rp300 miliar menjadi Rp1,2 triliun yang diambil dari izin kapal-kapal besar, tapi sebagai reward-nya, saya ingin semua kapal di bawah 10 gros ton dibebaskan dari semua pungutan dan retribusi,” katanya.

Lalu, apa solusinya? “Saya akan mintakan kepada gubernur, bupati, akan alokasikan dana program untuk merevitalisasi atau menambah produksi budi daya ikan,” usulnya. Sebelum presentasi, Susi menyampaikan kegalauannya sebagai pembantu Presiden RI Joko Widodo. “Media ini membuat kehidupan saya porak-poranda. Pernah ketika wartawan sedang mewawancarai menteri lain, kemudian saya lewat, menteri itu mereka (wartawan) tinggalkan dan mengejar saya,” ungkapnya yang langsung disambut tawa hadirin.
Gerr...

Pemilik Susi Air itu juga mengeluhkan media yang memberitakannya merokok setelah pelantikan di Istana Negara. “Karena ada tayangan itu, ada ibu-ibu yang SMS kepada saya. Bu, anak saya nge-fans banget sama Ibu, tapi kenapa Ibu merokok,” tutur Susi. Selain itu, ketenaran Susi berimbas pada anak-anaknya.

Sejak jadi menteri, anak-anak Susi sering menjadi sasaran media. “Anak saya juga bilang, mommy, so many people follow me,” cetusnya. Menteri yang berjanji memberikan gaji untuk nelayan di kampungnya, Pangandaran, Jawa Barat, disebut unik karena bertato, merokok, dan berlatar pendidikan SMP. Meski demikian, soal wawasan dan nyali, boleh diadu. Siapa berani? (Idris Supriadi/X-6) Media Indonesia, 8/11/2014, halaman 2