Google Adsense

Pertamina-Sonangol Jalin Kerja Sama Impor Minyak

Minggu, 02 November 2014

PRESIDEN Joko Widodo antusias menyambut Wakil Presiden Angola Manuel Domingos Vicente di Istana Merdeka kemarin. Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang tersebut menyimak pemaparan yang disampaikan elite Partai Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola itu ihwal kerja sama Indonesia-Angola di bidang perminyakan.

Sebelumnya, di Kantor Wapres Jusuf Kalla, PT Pertamina (persero) dan perusahaan migas Angola, Sonangol EP, menyepakati kerja sama perminyakan yang meliputi perdagangan, pembangunan kilang, dan bidang hulu sehingga memungkinkan Pertamina mengoperasikan lapangan (minyak) di luar negeri. Penekenan akta kerja sama dilakukan Executive Administration Sonangol EP Mateus Neto dan Plt Dirut Pertamina Muhammad Husein. Saat menanggapi penjelasan Vicente, Jokowi berharap kerja sama antar kedua negara ini konkret dan menguntungkan pemerintah Indonesia.

“Saya berharap ada efisiensi karena membeli minyak dengan harga lebih murah. Kerja sama ini harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Kalau enggak, ya enggak usah tanda tangan. Saya beri batasan satu minggu untuk mengonkretkan kerja sama ini,“ kata Jokowi yang didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Plt Dirut PT Pertamina Muhammad Husein.

Ketika ditanya wartawan be rapa besar anggaran pemerintah yang bisa dihemat, Jokowi melirik Menteri ESDM Sudirman Said, “Ngirit berapa triliun?“ Sudirman kemudian menjawab, “Kami menghitung, kalau dapat 100 ribu barel per hari, bisa (menghemat) US$2,5 juta sehari, Rp15 triliun setahun.

Ini langkah awal untuk efisiensi. Dengan memasok 100 ribu barel per hari, seperempat impor minyak Indonesia sudah terpenuhi dari satu perusahaan dengan pasokan berkelanjutan. Pertamina membeli langsung dari Sonangol kemudian Sonangol bersama Pertamina membangun kilang. Kita membuat perusahaan joint venture,“ ujar Sudirman sebagaimana dilaporkan Metrotvnews.com.

Wapres JK menambahkan kerja sama ini sebagai alternatif pemerintah untuk penyediaan suplai migas. Saat ini kebutuhan minyak Indonesia menca pai 1,6 juta barel, sedangkan produksi hanya 800 ribu barel. “Jadi, kita harus mempunyai suplai cukup dari beberapa negara. Kita tidak ingin hanya dari satu negara.

Nanti kalau ada masalah di negeri tersebut bahaya. Salah satu negeri itu, ya Angola,“ tandas Kalla. Produksi migas Pertamina semester pertama 2014 mencapai 520.360 barel setara minyak per hari. Menurut Wakil Pre siden Komunikasi Pertamina Ali Mundakir melalui siaran pers (Minggu, 7/9), produksi migas 6 bulan pertama 2014 itu naik 11,9% dari tahun lalu.

“Kami produsen migas terbesar di Indonesia. Dari luar negeri, kami mendapattambahan 57.090 barel/ hari,“ jelas Ali. (Che/Hym/Ant/X-4) Media Indonesia, 1/11/2014, halaman 2