Google Adsense

Kesederhanaan Pemerintah Diapresiasi

Rabu, 12 November 2014

LANGKAH pemerintah pusat dan pemerintah daerah menghemat anggaran belanja dengan menanggalkan pola hidup mewah mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Pasalnya, gagasan yang sesuai dengan perilaku pendiri bangsa tersebut mampu mencegah korupsi dan menjadikan aparatur negara semakin profesional dalam memacu pembangunan bangsa.

“Kesederhanaan yang digagas Presiden (Joko Widodo) bagus dan harus menjadi sikap semua aparat negara ini. Pasalnya, maraknya korupsi merupakan penyakit yang disebabkan hedonisme juga menghamburkan anggaran dan hanya mengantarkan ke Gedung KPK, selain membuat masyarakat sengsara. Kesederhanaan bisa mengurangi haus duniawi dan korupsi juga memfokuskan anggaran hanya untuk kegiatan yang berimbas dan dirasakan rakyat,“ kata mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi, kemarin.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengakui gagasan kesederhanaan dan efisiensi anggaran pemerintah sejalan dengan napas pemberantasan korupsi dan upaya mewujudkan good governance.

“Kesederhanaan ialah salah satu pilar integritas. Kemudian efisiensi ialah implementasi dari kesederhanaan.Semoga Jokowi mampu membumikan kesederhanaan kepada pemerintahannya dan berefek pada peningkatan integritas aparatur negara,“ ujar Adnan.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting Djayadi Hanan menambahkan langkah membumikan efisiensi dan kesederhanaan aparatur negara di era pemerintahan Presiden Joko Widodo sejalan dengan harapan rakyat.

“Dalam lima tahun terakhir, rakyat menginginkan pemimpin jujur, amanah, peduli nasib rakyat, dan bebas korupsi. Kesederhanaan pemerintah bisa memicu dukungan rakyat atas segala programnya,“ ungkap Djayadi. Apresiasi juga diutarakan oleh Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella. Menurut Rio, pihaknya mendukung upaya penghematan dan kesederhanaan.

Sementara itu, politikus PPP Arwani Thomafi mengatakan kebijakan Presiden menggalakkan pola hidup sederhana dalam sikap, aktivitas keseharian, dan urusan kenegaraan patut pula ditiru oleh anggota parlemen.

“Itu kebijakan baik dan bagus jika semua di antara kami (partai politik dan anggota DPR) tidak terbatas hanya penyelenggara menerapkan hidup sederhana dan tetap menjaga produktivitas,“ tandas Arwani.

Hanya pengamat psikologi politik dari UI Hamdi Muluk mengingatkan agar semangat penghematan itu diikat oleh sikap konsisten hingga ke tingkat paling bawah pimpinan daerah.

“Contoh dari Presiden tidak berpengaruh banyak jika menteri, dirjen, dan kepala daerah tidak konsisten,“ kata Hamdi, kemarin. (Cah/Ami/X-4) Media Indonesia, 9/11/2014, halaman 2