Google Adsense

Ekonomi Jabar Kini di Jalur Cepat

Sabtu, 29 November 2014

Pembangunan infrastruktur terus digenjot agar target pertumbuhan ekonomi 7 persen dan investasi 16 persen bisa segera dicapai. Jalur strategis nasional itu membentang sepanjang 423 kilometer. Sepanjang 200 kilometer di antaranya diba ngun berdasarkan kerja sama pemerintah pusat dan Pemprov Jabar. [baca juga Infrastruktur Jabar Pikat Investor]

PERSOALAN pemerataan pembangunan di hampir semua daerah di Indonesia masih terfokus pada ketimpangan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Pembangunan di era sebelumnya cenderung lebih terfokus di perkotaan.

Jawa Barat adalah wilayah yang di masa lalu mengalami persoalan pelik seperti itu. Di masa lalu, aneka solusi diupayakan, tetapi tak banyak perubahan yang tercipta. Kini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencoba terobosan cepat, yakni membuka berbagai akses ekonomi secara berkelanjutan.

Bagi Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, salah satu solusinya ialah mempercepat pembangunan tol di berbagai ruas dan perbaikan akses jalan di berbagai tempat. Tol dimaksudkan untuk membuka akses baru sehingga muncul sentrasentra ekonomi baru. Adapun perbaikan jalan-jalan di jalur terisolasi dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian daerah.

Kini, tiga tol baru sedang dikembangkan, yaitu tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), tol Cikapali (Cikampek-Palimanan), dan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).Ketiga tol tersebut diharapkan bisa dioperasikan pada akhir 2017 atau awal 2018.

Menurut Ahmad Heryawan, di tengah rencana pembangunan Bandara Internasional Kertajadi yang diharapkan bisa selesai pada 2017-2018, pembangunan tol Cisumdawu dan Cikapali sebagai penunjang akses ke bandara juga harus bisa dioperasikan secara bersamaan.

“Jika bandara sudah selesai, tetapi tol belum beres, akan membuat perkembangan bandara kurang maksimal.Rencananya, proyek kedua tol tersebut akan terus dikoordinasikan dengan Menteri Perekonomian di akhir tahun ini,“ paparnya.Lima program Pembangunan infrastruktur seperti tol dipandang Pemprov Jabar merupakan solusi berkelanjutan yang memiliki efek berantai yang positif bagi masyarakat. Selain akan meningkatkan efisiensi biaya transportasi, kehadiran tol mendorong tumbuhnya sen tra-sentra ekonomi baru dan meningkatkan investasi baru yang akan memicu percepatan pembangunan di daerahdaerah di sekitar tol.

Itu sejalan dengan lima program utama yang dicanangkan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sebagai arah pembangunan di masa kepemimpinannya. Lima sasaran utama itu, pertama, peningkatan daya saing masyarakat, pelayanan kesehatan, kemandirian, dan pengukuhan ketahanan keluarga. Kedua, memperkuat pembangunan perekonomian perdesaan dan regional, peningkatan kualitas iklim usaha dan investasi, serta penguatan UMKM dan daya saing usaha.

Ketiga, modernisasi pemerintahan dan peningkatan partisipasi publik. Keempat, peningkatan kualitas infrastruktur strategis dan menciptakan Jabar yang nyaman melalui pembangunan berkelanjutan.Kelima, pengembangan seni, budaya, dan pariwisata dalam bingkai kearifan lokal.

Dengan lima program tersebut, target indikator pembangunan yang dicanangkan Pemprov Jabar bisa tercapai, antara lain laju pertumbuhan ekonomi hingga mendekati 7 persen dan laju investasi hingga 16 persen. Hilangnya daerah terisolasi Selain proyek tol, boleh dibilang ini merupakan prestasi gemilang Pemprov Jabar dalam membuka akses perekonomian, yakni pembangunan jalan dan jembatan di jalur selatan provinsi itu. Tidak berlebihan jika menyebutnya prestasi gemilang karena di masa lalu jalur tersebut tergolong terisolasi, yang sulit ditembus kendaraan besar.

Akses ekonomi nyaris tertutup dan masyarakat praktis hanya mengandalkan hasil laut sebagai basis ekonomi mereka. Sektor pertanian juga seolah macet karena sulitnya akses untuk mengangkut hasil pertanian. Kini, persoalan itu terpecahkan dengan ditandai tuntasnya perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di kawasan itu, terutama di jalur yang menghubungkan kawasan barat mulai Ujung Genteng hingga kawasan timur di Pangandaran.

Bahkan bukan hanya per baikan, jalur yang tadinya dikenal sebagai jalur rusak itu kini berubah status menjadi jalan strategis nasional.Strategis bukan hanya untuk Jabar, melainkan juga untuk kepentingan nasional.

Jalur strategis nasional itu membentang sepanjang 423 kilometer. Sepanjang 200 kilometer di antaranya dibangun berdasarkan kerja sama pemerintah pusat dan Pemprov Jabar. Di jalur tersebut dibangun pula sebanyak dua jembatan yang merupakan bagian dari 159 jembatan yang dibangun Pemprov Jabar.

Tidak selesai sampai di sana.Berbagai akses terus dibuka menunju selatan. Antara lain membuka jalur horizontal mu lai Jawa Barat-Banten sampai Jawa Barat-Jawa Tengah.

Tujuannya hanya satu, membuka akses ekonomi seluas mungkin untuk menumbuhkan dan mengembangkan sentra ekonomi baru.Misalnya saja, di kawasan metropolitan Bodebek Karpur, yang di dalamnya ada kawasan ekonomi khusus Bekasi.Selain itu, ada juga pusat agribisnis di wilayah pantura.Lalu, pusat lainnya ada di wilayah metropolitan Cirebon, yang di dalamnya ada pengembangan Taman Hutan Raya Ciremai dan pusat batik Cirebon. Pusat ketiga tentu saja di metropolitan Bandung Raya, yang di dalamnya ada industri kreatif. Selain ketiga pusat ekonomi utama itu, Jawa Barat juga memiliki sentra-sentra ekonomi penopang lainnya. Sebut saja pusat pengembangan wisata di Bogor dan Puncak; Pelabuhan Ratu, yang di dalamnya ada pusat benih ikan air tawar di Sukabumi; pusat beras Pandan Wangi di Cianjur; pusat industri kretaif di Tasikmalaya; Pangandaran; dan pusat unggas di Ciamis.

Itu sebabnyanya pengembangan, berbagai infrastruktur, terutama tol, menjadi pintu gerbang untuk menggapai masyarakat Jawa Barat yang lebih sejahtera. (SB/ BU/N-1) Media Indonesia, 25/11/2014, halaman 10