Google Adsense

Pemeliharaan Jalan Kekurangan Tenaga Kerja

Minggu, 09 November 2014

PROYEK pemeliharaan jalan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), sepanjang 1.155 kilometer (km), nyaris tidak bisa dikerjakan karena kekurangan tenaga kerja di lapangan.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Agus Nuria, kemarin, mengakui pihaknya kesulitan melaksanakan proyek pemeliharaan jalan karena terbentur oleh tenaga pemelihara jalan.

Ia menjelaskan pemeliharaan jalan kabupaten sepanjang 1.155 km memerlukan 25 tenaga lapangan (pemelihara). “Itu idealnya.Namun, nyatanya di setiap Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Bina Marga hanya 10 orang,“ ungkapnya.

Agus menambahkan fungsi dan tugas petugas pemelihara jalan ialah membersihkan drainase, menutup lubang jalan, atau membersihkan pinggir jalan. “Jika hanya dikerjakan 10 orang (tenaga lapangan), tidak mungkin bisa dikerjakan secara maksimal,“ tuturnya.

Kekurangan tenaga pemelihara jalan, Agus menyatakan, disiasati dengan melibatkan tenaga harian lepas serta mengikutsertakan masyara kat setempat.

Menurutnya, jumlah UPTD Bina Marga ada tujuh untuk melayani jalan-jalan kabupaten di 31 kecamatan. “Jalan mantap pada 2013 sudah mencapai 71,82 persen dan target tahun ini bisa 80 persen,“ jelas Agus.

Di bagian lain, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana membangun jembatan layang Ngelo di Pedukuhan Kalibondol, Sentolo, dengan anggaran sebesar Rp10 miliar.

Kabid Bina Marga DPU Kulonprogo Gusdi Hartono, di Kulon progo, kemarin, mengatakan pembangunan jembatan layang akan dilaksanakan mulai 2015. “Berdasarkan rencana detail teknis yang telah dibuat, panjang jembatan mencapai 30 meter dengan lebar 6 meter.Ketinggian dari rel kereta sekitar 6 meter,“ kata dia.

Gusdi mengatakan fungsi Jembatan Ngelo untuk menghubungkan ruas jalan dari Pasar Sentolo lama ke arah perempatan Ngelo. Biaya pembebasan lahan melalui APBD 2015 dan pelaksanaan pembangunan dianggarkan melalui APBD 2016. (EM/SB/Ant/N-2) Media Indonesia, 6/11/2014, halaman 12