Google Adsense

Mau Dikemanakan Perumahan Rakyat?

Sabtu, 01 November 2014

"Anggaran perumahan rakyat sudah Rp5 triliun di 2015. Jadi, saya pikir tak ada masalah."
Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

PENGGABUNGAN Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan Kementerian Perumahan Rakyat menimbulkan keraguan bahwa pemerintah menjadikan penyediaan perumahan bagi rakyat sebagai salah satu fokus.Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengingatkan, selama satu dekade terakhir, perumahan rakyat terabaikan. Kekurangan pasokan perumahan telah mencapai 15 juta unit.

“Kegagalan kementerian ini selama periode tersebut jangan diartikan Kementerian Perumahan Rakyat tidak penting. Kegagalan program yang ada lebih disebabkan sosok menteri yang tidak dapat menjalankan program dengan baik. Masalah perumahan rakyat semakin lama semakin karut marut dan membutuhkan penanganan sesegera mungkin,“ tutur Ali.

Perumahan rakyat kini ditangani Basuki Hadimuljono yang dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat sebagai menteri PU dan perumahan rakyat Kabinet Kerja. Basuki sebelumnya menduduki posisi direktur jenderal penataan ruang Kementerian PU.
Ali menegaskan pemerintah harus segera membentuk Badan Pelaksana Perumahan seperti yang diamanatkan di Undang-Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Badan ini akan membuat bank tanah yang sangat strategis untuk penyediaan tanah bagi rumah murah. Karena itu, percepatan pembentukan badan ini ialah mutlak harus dilaksanakan,“ ucap Ali. Sedikit berbeda dengan Ali, Wakil Ketua Umum Realestate Indonesia (REI) Bidang Rumah Sederhana Tapak Dadang Juhro menyambut baik penggabungan kementerian perumahan rakyat dengan Kementerian PU. “Menurut saya, lebih baik ke depannya. Karena pertama kalinya bukan menjadi tempat orang politik,“ cetus Dadang.

Ia menyatakan ada sejumlah regulasi di bidang perumahan rakyat yang perlu disempurnakan. Pihaknya mengusulkan syarat hunian berimbang tidak harus diwujudkan dalam satu hamparan lahan ataupun provinsi yang sama. (Mus/ Ant/E-1) Media Indonesia, 31/10/2014, halaman 17