Google Adsense

Intelektual Pengendara Bandel Rendah

Jumat, 21 November 2014

SEJUMLAH ruas jalan di Jakarta Selatan masih dijadikan lokasi parkir liar. Kendaraan pribadi parkir berjajar di bahu jalan sejak pagi, beberapa taksi juga pun terihat mengetem di antara kendaraan lain. Pemandangan itu antara lain terlihat di Jalan Panglima Polim Raya dan Jalan Fatmawati Raya. Padahal, di lokasi itu terdapat rambu larangan parkir. Meski ruas jalan itu menjadi lokasi parkir liar, tidak terlihat ada satu petugas pun menertibkan pelanggaran tersebut.

Kepala Seksi Perhubungan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan (Jaksel) Ab Nahor, saat dimintai konfirmasi, menyatakan penertiban parkir liar kini dilakukan per kecamatan.

Oleh karena itu, ada wilayah yang masa pemantauan dan razianya telah lewat, seperti di Jalan Panglima Polim, Fatmawati, dan Jalan Wijaya.

Menurutnya, kawasan Jalan Panglima Polim itu berada dalam kewenangan Kecamatan Kebayoran Baru. Lokasinya juga berdekatan dengan Kantor Polres Jakarta Selatan (Jaksel), sehingga tanggung jawab penertiban bukan hanya oleh petugas Suku Dinas Perhubungan Jaksel.

“Masa penertiban di Jalan Panglima Polim sudah lewat. Kalau sekarang ada parkir liar lagi, itu juga tugas dari aparat kecamatan, kepolisian, dan masyarakat, untuk ikut menertibkan.Bukan hanya tugas kami,“ ujarnya, Jumat (14/11).

Ia menerangkan pekan itu yang menjadi fokus penertiban parkir liar ialah wilayah Kecamatan Tebet. Pada Jumat lalu bahkan ada dua kendaraan yang dikandangkan petugas, karena terjaring razia. “Sekarang (pekan lalu) fokus kita di Kecamatan Tebet, minggu depan (minggu ini) di Kecamatan Setiabudi,“ ujar Nahor.

Ia menyebutkan, banyaknya pengendara yang masih membandel dengan memarkir kendaraan secara sembarangan terkait dengan disiplin dan intelektual pengendara, sebab selama ini aturan dan sanksi yang diberlakukan pemerintah sudah tegas dan jelas, yaitu melarang parkir di bahu jalan.

Bahkan, tambahnya, sejak September sampai dengan 8 November lalu, jajarannya sudah mengandangkan 190 kendaraan. “Kami sudah menindak tegas. Kalau mereka masih bandel, itu karena intelektual dan disiplin mereka yang rendah. Padahal, orang Jakarta mengaku intelektualitasnya tinggi.

Kita buktikan saja, kalau masih parkir sembarangan, apakah semuanya punya intelektual tinggi,“ pungkasnya. (Nel/J-3) Media Indonesia, 18/11/2014, halaman 9