Google Adsense

Jokowi Ultimatum Menteri yang Gagal

Selasa, 11 November 2014

Target swasembada pangan dalam tiga tahun menjadi target Kementerian Pertanian yang harus dicapai. Jika menteri terkait gagal, Jokowi akan mencopotnya. Aturan itu berlaku bagi seluruh kementerian. TARGET swasembada pangan dalam waktu tiga tahun mempertaruhkan jabatan Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman. Jika tak tercapai, Presiden Joko Widodo sangat mungkin mengalihkan posisi Andi ke pihak lain yang dipandang bisa mewujudkan target.

“Yang ngantre jadi menteri itu ribuan. Kalau targetnya enggak penuhi, ya maaf saya berikan (posisi mentan) ke yang ngantre,” ucap Jokowi dalam acara Kompas 100 CEO Forum, kemarin. Peringatan itu dikemukakan Jokowi terkait banyaknya proposal yang masuk kepada Jokowi pada saat proses seleksi menteri. Selain itu, ada sejumlah nama yang sempat digadang-gadang mengisi jabatan mentan, di antaranya Bayu Krisnamurthi, Dwi Andreas Santosa, Nurdin Abdullah, Hery Suhardiyanto, hingga Rusman Heriawan.

Kendati begitu, Jokowi memastikan tak akan bertindak otoriter pada bawahan. Ia masih mengukur kadar kemampuan sumber daya. Target tiga tahun swasembada pangan itu khusus untuk komoditas beras, kedelai, dan jagung. “Berikutnya, di tahun ke-4, ke-5, (target swasembada) gula, dan daging,“ tambah Jokowi.

Swasembada pangan menjadi target yang diberikan Jokowi kepada menteri pertanian terkait rencana pengalihan subsidi BBM ke sektor pertanian. Jokowi sendiri belum memastikan waktu pencabutan subsidi. Dana pengalihan subsidi energi itu diharapkan mampu membiayai subsidi pupuk dan benih bagi petani.Siap mundur Saat menanggapi pernyataan Jokowi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan kesiapannya untuk mundur jika target yang ditetapkan oleh Jokowi tidak terpenuhi.

“Jika mau profesional, memang sebaiknya ditetapkan target-target.Kalau target tidak terpenuhi, tidak perlu Presiden yang memberhentikan, tetapi saya yang akan mundur,“ ujar Sudirman saat dihubungi Media Indonesia tadi malam. Sudirman menambahkan, target yang diberikan oleh Jokowi pada Kementerian ESDM ialah terkait kelembagaan di unit-unit organisasi sektor energi, kebijakan di bidang ESDM, dan kemudahan izin pembangunan listrik.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan target utama kementeriannya ialah memperkuat sinergi dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, juga akan didorong kemudahan dalam segala pengurusan di segenap lapisan. Tjahjo menegaskan setiap agenda akan dijalankan konsisten lima tahun ke depan. Terkait pencapaian target, ia mengatakan, “Ini kan baru seminggu. Secara bertahap kita lakukan perbaikan menyeluruh.“

Paralel dengan dorongan untuk mencapai target kementerian, muncul fenomena baru dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK. Seolah tidak ingin kalah gesit dari Jokowi, para menteri pun terjun langsung ikut blusukan ke masyarakat. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai positif langkah itu. (Jes/Yah/X-6) Media Indonesia, 8/11/2014, halaman 2