Google Adsense

Kemenpora Minta KOI Cepat Putuskan Cabang AG 2018

Sabtu, 13 Desember 2014

Ketua KOI Rita Subowo mengatakan akan segera melaporkan hasil tersebut kepada Komite Olimpiade Asia (OCA) pada Januaritahun depan.
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendesak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk segera menentukan cabang olahraga apa saja yang akan dipertandingkan/dilombakan di Asian Games (AG) 2018.

Desakan tersebut dilontarkan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto di sela-sela diskusi Evaluasi Prima dan Standardisasi Prestasi sebagai Fondasi Sukses Asian Games 2018 di Jakarta, kemarin.

“Kami meminta KOI bisa segera menyelesaikan penyusunan cabang karena hal itu akan dituangkan dalam keputusan presiden (keppres) yang akan segera ditandatangani Presiden Joko Widodo. Dengan keppres itu, kita juga bisa memaparkan cabang apa yang akan dipertandingkan,“ ujarnya.

Indonesia sudah memulai proses pemeringkatan cabang yang akan diajukan sebagai cabang pilihan tuan rumah. Ketua KOI Rita Subo wo mengatakan akan segera melaporkan hasil tersebut kepada Komite Olimpiade Asia (OCA) pada Januari tahun depan.

Sebagai tuan rumah, Indonesia punya kewenangan untuk menentukan dua cabang pilihan yang bisa menyumbangkan banyak medali emas di samping 28 cabang Olimpiade dan 8 cabang tradisional kawasan yang wajib dipertandingkan.

Indonesia banyak mendapat tawaran dari negara lain untuk mempertandingkan cabang olahraga tradisional setiap negara. Salah satu yang sudah melakukan pendekatan intensif ialah bong (go) yang merupakan cabang tradisional Korsel. Bahkan, Presiden Federasi Bong berniat untuk bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Namun, Gatot mengatakan keinginan Korsel mungkin akan ditolak. “Bong (go) hanya populer di Korsel dan Jepang. Selain itu, tidak menjanjikan emas bagi Indonesia,“ kata dia.

Gatot menjelaskan penolakan pihaknya didasarkan pada kepentingan Indonesia yang ingin menuai prestasi di multiajang empat tahunan itu. Dalam beberapa kesempatan, Menpora menyebutkan target di AG 2018 ialah memperbaiki peringkat yang pada AG 2014 berada di peringkat 17. (Gnr/R-2) Media Indonesia, 04/12/2014, halaman 26