Google Adsense

Angin Puyuh Rusak 61 Rumah

Sabtu, 06 Desember 2014

Pergantian musim memunculkan angin puyuh (puting beliung) yang menimbulkan kerusakan, seperti yang terjadi di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (1/12). Angin puting beliung menerjang empat desa di Kecamatan Batu Putih. Angin tersebut merusak 61 rumah milik warga di Desa Danggedang, Batu Putih Laok, Batu Putih Daya, dan Batu Putih Kenek.

Kepala Desa Batu putih Laok Hasan mengatakan peristiwa itu berlangsung cukup singkat. Peristiwa tersebut diawali dengan hujan deras yang mengguyur, tiba-tiba angin berhembus kencang hingga menyebabkan ranting pepohonan patah dan menimpa bangunan di sekitarnya.
“Beberapa rumah juga mengalami kerusakan di bagian atap. Bukan karena tertimpa dahan pohon, melainkan karena kencangnya angin,“ katanya. “Sesuai hasil laporan dari anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Batu Putih pada Senin (1/12) malam, jumlah bangunan yang mengalami kerusakan dan wilayah terdampak ternyata bertambah,“ kata Kabid Kesiap siagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep R Syaiful Arifin, di Sumenep, kemarin.

Ia juga mengatakan laporan yang kami terima pada Senin malam, angin kencang itu ternyata melanda empat desa di Batu Putih dan secara keseluruhan merusak 61 bangunan milik warga di empat desa tersebut. Rincian tersebut, yakni di Desa Batu Putih Daya sebanyak 13 rumah, Batu Putih Kenek sebanyak 6 rumah dan satu musala, Batu Putih Laok sebanyak 26 rumah, dan Gedang-Gedang sebanyak 15 rumah.

Potensi hujan dan badai juga muncul di Samarinda, Kalimantan Timur. Peringatan itu diungkapkan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung Sutrisno, kemarin. “Itu bisa terjadi jika terdeteksi awan `kumulonimbus' (Cb), sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir serta cuaca dingin lainnya yang biasanya didahului hembusan angin yang merupakan `down draft' atau tiupan ke bawah,“ jelas Sutrisno. (MG/SY/N-2) Media Indonesia, 03/12/2014, halaman 11