Google Adsense

Susi Cokok 22 Kapal Ikan Tiongkok

Kamis, 18 Desember 2014

TIM gabungan yang melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap 22 kapal asal Tiongkok yang kedapatan mencuri ikan di Laut Arafura, Papua. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyurati Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia tentang penangkapan itu.

“Kemarin (7/12) pukul 15.00 WIT kami tangkap 22 kapal Tiongkok yang melakukan illegal fishing di Arafura, kapasitasnya 300 gros ton,“ jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Jakarta, kemarin.

Susi menampik kekhawatiran pe ngenaan sanksi keras terhadap pencuri ikan, termasuk penenggelaman kapal, akan mengganggu hubungan bilateral. Thailand dan Malaysia misalnya. Menurutnya, itu justru membantu sosialisasinya.

“Dubes Thailand sudah ketemu saya dua kali dalam seminggu terakhir. Dia bilang ke saya pemerintah Thailand telah mengumumkan di media massa agar para nelayan Thailand tidak menangkap ikan di perairan Indonesia lagi. Mereka jelas,“ ujar Susi.
Menurut Susi, Menteri Kelautan Malaysia bahkan akan memberikan alat kepada nelayan Malaysia. Alat itu akan berbunyi jika kapal mereka memasuki wilayah laut Indonesia.

Dalam kaitan 3 kapal Vietnam yang ditenggelamkan sebelumnya, Susi mengatakan kapal-kapal itu berukuran besar jika dibandingkan dengan kapal nelayan tradisional Indonesia.Kapasitasnya mencapai 70 gros ton.

“Sekali angkat bisa 5 ton sampai 10 ton. Kapal-kapal ini adalah kapal penyuplai hasil tangkapan mereka ke kapal-kapal besar yang ukurannya 1.000-3.000 gros ton,“ ungkap Susi.

Di kesempatan yang sama, Susi meresmikan pembentukan Satgas Anti Illegal Fishing yang beranggotakan 12 orang. Satgas yang efektif bekerja mulai kemarin itu diketuai Deputi VI Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Ahmad Santosa.

“Tugas Satgas ini ada empat. Memperbaiki tata kelola perizinan, memantau proses moratorium agar berjalan efektif, memverifikasi kapal eks asing yang digunakan nelayan lokal, dan menghitung kerugian negara akibat illegal fishing. Kinerja akan diumumkan 3 bulan sekali,“ jelas Ahmad. (Riz/E-1) Media Indonesia, 09/12/2014, halaman 17