Google Adsense

Serayu Meluap, 4 Kabupaten Terendam

Senin, 29 Desember 2014

CURAH hujan di hulu Sungai Serayu wilayah perbatasan Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) membuat air di sungai terbesar di Jateng selatan tersebut meluap. Akibatnya, terjadi banjir bandang di 4 kabupaten yakni Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap.

Banjir bandang Sungai Serayu mulai terjadi sejak Kamis (11/12) malam. Curah hujan yang tinggi membuat pengelola Waduk Panglima Besar (PB) Soedirman, Mrica, Banjarnegara membuka empat pintu bendungan.

“Sesuai dengan standar operasi, elevasi Waduk Mrica setinggi 229 meter. Namun, pada Kamis, elevasi air mencapai 231 meter. Volume air waduk mencapai 42 juta meter kubik (m3),“ jelas Pjs Kepala Balai Pengelola Sumberdaya Air (PSDA) Serayu Citanduy Arief Sugiyarto, kemarin.

Pasokan air yang masuk ke Waduk Mrica sempat mencapai 1.100 m3 per detik, sehingga volume air waduk penuh. Empat pintu Bendung Waduk Mrica dibuka dan langsung dialirkan ke DAS Serayu yang mengarah melalui Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap. “Tingginya debit air yang melalui DAS Serayu membuat sejumlah daerah di DAS Serayu diterjang banjir,“ jelas Arief.

Banjir bandang akibat luapan Sungai Serayu di Banjarnegara menggenangi puluhan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Purwareja, Klampok, dan Susukan. Selain itu, rumah-rumah di beberapa desa di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga juga terendam banjir.

Sedangkan di Banyumas, banjir bandang melanda Kecamatan Somagede dan Kalibagor. Di Cilacap, sebuah alat berat yang tengah mengerjakan jembatan rel juga terendam banjir. Di samping rumah-rumah penduduk terendam, ratusan hektare sawah yang baru disemaikan benih di keempat kabupaten juga terendam banjir.

Di Klaten, Jawa Tengah, bangunan sayap sabo Dam IV Kali Woro di Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, patah dan retak. Kondisi itu membuat warga di bantaran sungai waswas jika terjadi banjir lahar dingin. (LD/JS/FL/YK/UL/N-2) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 11