Google Adsense

Subsidi Tetap Dikaji

Sabtu, 20 Desember 2014

PEMERINTAH mulai mengkaji skema subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi subsidi tetap pada tahun depan. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi beban anggaran negara. Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan hal itu seusai acara CNBC Summit Indonesia 2014 di Jakarta, kemarin.“(Subsidi tetap) mungkin tahun depan, besarannya nanti,“ sebut JK, yang juga Wakil Presiden RI 20042009 itu.

Dengan pengurangan beban subsidi, lanjut Wapres, defisit anggaran menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan target defisit pada APBN 2015 sebesar 2,2 persen terhadap PDB.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil juga memberikan pernyataan yang senada, bahwa saat ini pemerintah sedang merumuskan skema subsidi tetap yang sesuai dengan kondisi anggaran pada tahun depan. “Kita sedang merumuskan kebijakan yang tepat dengan menurunnya harga minyak internasional. Kita punya kesempatan untuk memperbaiki kebijakan itu, tapi semua masih dalam perkiraan dan asumsi,“ katanya.

Hingga saat ini, pemerintah menjalankan skema subsidi harga terhadap BBM.Dengan penerapan subsidi ini, otoritas fiskal berharap akan mendapatkan kepastian fiskal terkait dengan jumlah anggaran subsidi energi yang dialokasikan dalam APBN.
Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meyakini sampai akhir tahun ini beban subsidi BBM akan berada di bawah pagu APBN 2014. “Subsidi BBM akan di bawah pagu. Pokoknya pasti di bawah pagu. Saya sudah dapat laporan itu ,“ tegas dia (Ire/Ant/E-5) Media Indonesia, 10/12/2014, halaman 17