Google Adsense

Tinggi, Potensi Longsor di Tasikmalaya

Jumat, 05 Desember 2014

MUSIM penghujan yang terus terjadi di berbagai wilayah di Tasikmalaya, Jawa Barat, berdampak pada tanah longsor dan pergerakan tanah. Kini jumlahnya telah mencapai 80 persen, termasuk potensi bencana tsunami di sepanjang 52 kilometer pantai selatan.
“Kabupaten Tasikmalaya paling rawan bencana alam dan pergerakan tanah paling tinggi kedua di Indonesia setelah Kabupaten Garut,“ ujar ketua Pembina Forum Relawan Bencana Tasikmalaya, Iwan Saputra, kemarin.

Menurut Iwan, pergerakan tanah yang sering terjadi di Kabupaten Tasikmalaya di antaranya di wilayah selatan. Karena tanah labil dan kondisi rumah banyak dibangun di bawah tebing.

“Rawan bencana alam yang sering terjadi berada di kecamatan di Cipatujah, Bojonggambir, Puspahiang, Sodonghilir, Pancatengah, Cikalong, Salawu, Pageurage ung, Taraju, Cineam, Manonjaya, Gunungtanjung, Jatiwaras, Salopa, Kadipaten, Cigalontang, dan Parungponteng,“ katanya.

Iwan mengungkapkan, akibat banyaknya kejadian alam di wilayah Tasikmalaya, pihaknya pun berusaha melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap relawan dalam penanggulangan bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, kemarin, mengatakan petugas dari camat dan desa harus tetap berperan aktif dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat jika terjadi bencana alam.

Ancaman bencana longsor juga menghantui wilayah Kebumen, Jawa Tengah.Pasalnya, hujan deras yang terus mengguyur mengakibatkan tanah bergerak di Desa Telomoyo dan Blater, Kecamatan Poncowarno. Tanah bergerak tersebut mengancam setidaknya sembilan rumah. Jika hujan deras turun, warga setempat khawatir karena pegerakan tanahnya sangat terasa.

Kepala Dusun I Desa Telomoyo Sumyadi, kemarin, mengatakan hujan deras yang terjadi memicu tergerusnya tebing di dekat permukiman warga. “Tebing-tebing di desa ini tergerus air hujan yang deras,“ kata Sumyadi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Muhyidin mengatakan daerah-daerah pegunungan sebelah utara di Kebumen rawan longsor dan tanah bergerak.

“Kami telah menyosialisasikan kepada warga untuk waspada, terutama jika hujan deras turun. Selain itu, warga yang rumahnya memang berbahaya, lebih baik mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,“ ujarnya. (AD/LD/N-2) Media Indonesia, 03/12/2014, halaman 11