Google Adsense

Media Massa Dongkrak Filantropi

Kamis, 11 Desember 2014

Pertumbuhan positif sektor filantropi di Indonesia tidak lepas dari peran media massa. Persepsi publik yang positif dan kepercayaan terhadap media massa membuatnya berperan besar dalam pengembangan filantropi.

“Dalam lima tahun terakhir penggalangan dana kemanusiaan oleh media massa berperan penting dalam membantu kegiatan filantropi di Indonesia, di antaranya mendongkrak sumbangan perusahaan pada 2013 hingga mencapai Rp8,6 triliun,“ ungkap Direktur Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) Hamid Abidin pada peluncuran buku Levers for Change di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan penggalangan dana oleh media massa terjadi secara massif terutama pascabencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam pada 2004. Hal itu berlanjut pada kasus-kasus krisis sosial lainnya.

Pembicara lainnya, peneliti dari The Lien Center, Crystal Hayling, mengemukakan kendati filantropi telah berakar di Indonesia, mayoritas belum mengarah kepada filantropi institusional dan strategis karena bersifat insidental dan tidak berstruktur.

“Filantropi di Indonesia seperti di negara Asia Tenggara lainnya, didorong oleh penyumbang yang cenderung berdasarkan iman agama dan preferensi pribadi ketimbang penilaian objektif atas kebutuhan masyarakat,“ terangnya.

Perwakilan lain dari The Lien Center, Prapti Upadhyay, mengungkapkan perkembangan filantropi di Indonesia juga didorong pesatnya pertumbuhan ekonomi dan tumbuhnya populasi orang kaya (high net worth individuals/HNWI). Pertumbuhan HNWI di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia.

Laporan Wealth Insight menunjukkan populasi HNWI Indonesia tumbuh 67% sejak 2007 hingga 2011. Mereka memiliki kekayaan gabungan yang nilainya mencapai sekitar US$241 miliar.

“Dalam perkembangannya, beberapa keluarga kaya di Indonesia mendirikan yayasan keluarga dan banyak berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan filantropi di Tanah Air,“ ungkap Prapti.(Bay/H-3) Media Indonesia, 04/12/2014, halaman 15