Google Adsense

MANUFACTURING INDONESIA 2014 Tumbuh Kembangkan Pembuat Mesin

Minggu, 14 Desember 2014

SALAH satu karakteristik negara industri ialah banyaknya jumlah pembuat mesin untuk kebutuhan produksi. Semakin banyak jumlah mesin yang dihasilkan, maka semakin maju negara tersebut. Karena itu, kemampuan para insinyur Indonesia untuk membuat mesin produksi perlu ditingkatkan.

Demikian diungkapkan Automation Center Manager at PT Omron Electronics Albert Rosano Lengkong dalam sebuah seminar di ajang Manufacturing Indonesia 2014 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Menurut Rosano, saat ini kebanyakan mesin produksi yang digunakan industri di Indonesia merupakan hasil pabrikan dari luar. Padahal, insinyur-insinyur Indonesia juga memiliki kapabilitas membuat mesin produksi.

“Hanya perlu dorongan yang tepat supaya kita punya banyak pembuat mesin berkualitas. Ini perlu dikembangkan sejalan dengan perkembangan industri,“ ujar Rosano.

Alasan itulah yang mendorong Omron meluncurkan Omron Automaton Center di Jakarta, dua pekan lalu. Di tempat tersebut, para pengusaha dan pembuat mesin nantinya dapat bekerja sama dengan engineer Omron untuk mengembangkan dan merealisasikan ide-ide pembuatan mesin.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya mendorong otomatisasi industri dengan `melekatkan' komponen-komponen automate pada mesin-mesin produksi. Selain mencegah kesalahan pada mesin, otomati sasi industri dapat meningkatkan efisiensi dan menjaga kualitas sebuah produk.

Selain di industri, sambungnya, komponen-komponen automate bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di bidang kesehatan, kehidupan sosial, ataupun di lingkungan kerja.

“Sekarang, misalnya, sudah ada komponen automate untuk hemat listrik. Ini bisa diaplikasikan di rumah tangga atau di perusahaan. Apalagi tarif dasar listrik itu naik terus,“ cetusnya.

Seminar itu sekaligus menandai berakhirnya pameran yang digelar sejak Rabu (3/12) lalu. Hingga Jumat (5/12), total 22.912 pengunjung mengunjungi Manufacturing Indonesia 2014. Ajang pameran manufaktur itu dihadiri 2.183 perusahaan dari 35 negara. (Deo/E-6) Media Indonesia, 07/12/2014, halaman 4