Google Adsense

Longsor Melanda 5 Orang Tewas

Minggu, 28 Desember 2014

Peristiwa bermula dari karang yang longsor dan menimpa para sopir yang sedang menunggu antrean agar bak truk mereka diisi karang.
BENCANA longsor terjadi di beberapa daerah di wilayah Indonesia, kemarin. Tercatat lima orang tewas akibat longsor. Empat orang di Jayapura, Papua, dan satu orang di Wobosobo, Jawa Tengah.

Bencana alam tanah longsor di kawasan Polimak Karang, Kota Jayapura, terjadi kemarin sekitar pukul 17.00 WIT. Selain menyebabkan empat orang tewas di tempat, bencana itu juga mengakibatkan satu orang terluka sehingga harus mendapat perawatan intensif di RSUD Dok 2, Kota Jayapura.

Data yang dihimpun Antara mengungkapkan peristiwa itu bermula dari karang yang longsor dan menimpa para sopir yang sedang menunggu antrean agar bak truk mereka diisi karang. Namun, tibatiba terjadi longsoran karang hingga menimbun lima orang. Tiga di antaranya meninggal di tempat, sedangkan seorang lainnya meninggal setelah sempat dievakuasi ke RS AL.
Keempat korban yang tewas ialah Yohanes Loy, 48, Samad, 42, dan Ancong, 45, serta Salman, 40. Adapun yang masih dirawat di RSUD Dok 2 Jayapura ialah Aco, 35.

Kadib Humas Polda Papua Kombes Pudjo mengatakan sudah meminta keterangan dari para saksi. “Bencana longsor itu menimpa lima orang, tiga di antaranya tewas di tempat dan seorang lainnya di RS AL,“ jelas Kombes Pudjo.

Dari Wonosobo, hujan memicu bencana longsor, Kamis (11/12). Satu korban tewas, Taroni, 55, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Watumalang, Wonosobo, ditemukan kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Camat Watumalang, Bambang Sutrisno, kemarin, mengatakan longsor terjadi Kamis (11/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Tebing di sisi tegalan setinggi 50 meter dan lebar 50 meter longsor dan menimpa korban yang sedang berkebun.

Sekitar pukul 22.00 WIB, pencarian korban dihentikan karena gelap dan tanah masih bergerak. Pencarian korban dilanjutkan kemarin dan korban akhirnya ditemukan.

Longsor di wilayah Wonosobo menimbulkan kerugian Rp13,7 miliar, kata Sekretaris Daerah Pemkab Wonosobo Eko Sutrisno.
“Longsor merusak sejumlah rumah, jalan, dan jembatan,“ kata Eko Sutrisno, kemarin.

Longsor terjadi di 116 titik di 37 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Sebanyak 84 rumah rusak, 34 rumah di antaranya rusak berat.Timbun rumah Di Karanganyar, Jawa Tengah, sedikitnya empat rumah di kawasan lereng Gunung Lawu tertimbun longsor talut tebing saat hujan mengguyur kawasan tersebut, Kamis (11/12). Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Giyanto, warga Dukuh Dukun, Desa Plumbon, Tawangmangu, yang rumahnya ter timbun, menyatakan hujan membuat talut tebing setinggi 6 meter dan panjang 17 meter longsor. “Suara gemuruh cukup keras,“ tutur Giyanto.

Longsor tebing juga terjadi di Desa Kemuning, Ngargoyoso, yang merupakan lereng Lawu sebelah utara. Dua rumah warga tertimbun.
Longsor masih berlanjut di Banjarnegara, Jawa Tengah.Intensitas bencana yang kian sering terjadi itu membuat Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, kemarin, menyatakan darurat bencana.“Kami berharap pemerintah pusat menguluran bantuan,“ kata Bupati yang meminta semua aparat Pemkab Banjarnegara tidak keluar daerah.

Terkait dengan bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana senilai Rp70 miliar untuk mengatasi bencana. Di sisi lain, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lembata bersama tim anggaran Pemkab Lembata menyepakati Rp2 miliar dari sisa anggaran 2014 untuk dana tanggap darurat bencana. (WJ/ LD/SB/PT/N-2) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 11