Google Adsense

Kelanjutan Riset Gunung Padang demi Peradaban

Senin, 08 Desember 2014

Ada perbedaan pandangan antara peneliti satu dan peneliti lainnya mengenai Situs Gunung Padang. Ada yang menganggap Situs Gunung Padang sebagai punden berundak dan ada juga yang menganggap sebagai piramida.

PEMERINTAH tetap melanjutkan penelitian peninggalan megalitikum Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Cempaka, Cianjur, Jawa Barat, untuk mengetahui peradaban dan budaya manusia pada masa lampau.

“Mengetahui peradaban dan budaya manusia masa lampau bisa mengangkat jati diri bangsa Indonesia,“ ujar Kepala Pusat Arkeologi Nasional Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Bagyo Prasetyo seusai seminar bertajuk Situs Gunung Padang: Metodologi dan Etika Riset serta Keragaman Perspektif, di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, di Depok, kemarin.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari bangunan yang ada pada Situs Gunung Padang, bangsa Indonesia pada masa lampau mempunyai budaya luhur dan hidup bergotong royong. Itu mestinya menjadi pegangan bagi para pemimpin bangsa Indonesia saat ini.

“Kita ini bangsa yang khas dan mempunyai budaya luhur dan bergotong royong. Ini harusnya jadi contoh yang baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini,“ ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah meneliti Situs Gunung Padang sejak 1979 hingga 1984 serta dilanjutkan dengan penelitian-penelitian berikutnya.

Mengenai berbagai pandangan berbeda antara peneliti satu dan peneliti lainnya, ia tidak mempermasalahkannya lantaran masing-masing mempunyai argumen sendiri-sendiri sesuai dengan keahlian.

Namun, ia menegaskan Situs Gunung Padang merupakan punden berundak yang diperkuat dengan bongkahan batu sehingga ia menolak Situs Gunung Padang berbentuk piramida. Menurut dia, piramida merupakan bangunan dari batu berbentuk limas sedangkan Situs Gunung Padang hanyalah undak tanah.

Arkeolog Universitas Indonesia (UI) Ali Akbar menyatakan Situs Gunung Padang mungkin berbentuk piramida seperti bentuk candi umumnya di Indonesia karena hampir sama dari sisi pucuknya. “Hingga kini kami masih meneliti dan memugar Situs Gunung Padang untuk menemukan bentuk sebenarnya, apakah berbentuk punden atau piramida,“ ujar Ali.

Sementara itu, Dirjen Seni, Budaya, dan Film Kementerian Pariwisata Ahman Syah mengatakan pihaknya mempertimbangkan Situs Gunung Padang sebagai bagian Great Jakarta untuk destinasi wisata.

“Ini karena Situs Gunung Padang memiliki magnet luar biasa. Kami ingin berkontribusi dan berdampak pada kemajuan masyarakat setempat,“ kata dia. (KG/Bay/H-2) Media Indonesia, 03/12/2014, halaman 15